BugisPos, Bulukumba,- Universitas Hasanuddin (Unhas) semakin memperkuat komitmennya untuk menghadirkan kontribusi bagi pembangunan Kabupaten Bulukumba. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Pameran Program Pengabdian kepada Masyarakat Unhas (PPMU) Kabupaten Bulukumba yang digelar di Lantai 4 Gedung Pinisi, Senin, 31 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan jajaran sivitas akademika Unhas serta jajaran Pemerintah Kabupaten Bulukumba. Pameran menampilkan berbagai hasil inovasi dan produk pengabdian masyarakat yang telah dikembangkan para akademisi Unhas di Bulukumba.
Dalam laporan PPMU, yang disampaikan Prof. dr. Muh. Nasrum Massi, Ph.D. disebutkan bahwa sebanyak 50 dari 103 judul pengabdian Unhas dilaksanakan di Kabupaten Bulukumba dengan total pendanaan mencapai Rp945 juta.
Beragam hasil pengabdian tersebut antara lain Gula Cube Aren, Gula Semut Aren, Pestodin BeVeER, Kompos BER-EN, Kelor Jahe Drink, BonJabal, Procuria Cookies, KaReBa Ta, Bakso U-Fish, Mesin Pencacah Pakan Ternak, Bio Tablet Pupuk Organik, serta Pupuk Organik Cair.
Produk-produk tersebut menjadi gambaran konkret bagaimana riset dan inovasi perguruan tinggi dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa menyampaikan komitmen Unhas untuk memperluas kehadirannya di Kabupaten Bulukumba.
Ia bahkan membayangkan Bulukumba akan semakin berkembang dengan hadirnya kampus Unhas di daerah tersebut.
“Saya bayangkan Bulukumba bisa makin keren nantinya kalau ada kampus Unhas di Bulukumba.”
Menurutnya, Unhas berkomitmen membangun kampus di Bulukumba setelah Bupati Bulukumba meminta agar dicarikan lokasi atau lahan terbaik.
Ia mengatakan, kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi saat ini terus mendorong perguruan tinggi agar memberikan dampak dan kontribusi yang nyata kepada masyarakat.
“Sekarang Unhas sudah berbeda. Unhas berani keluar dari zona nyaman. Kalau dulu kelihatan seperti menara gading dan tidak terlalu kelihatan dampaknya, kalau sekarang ibarat menara air yang terus mengalir memberi kehidupan di sekelilingnya,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran Unhas di berbagai daerah harus disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah. Untuk Bulukumba, ia melihat potensi kelautan, pertanian, hingga sektor tambak yang masih sangat besar untuk dikembangkan.
“Bulukumba begitu banyak potensi, mulai Pinisinya yang kita tahu bersama melegenda di seluruh dunia. Bulukumba potensi kelautan luar biasa, tapi kita sadar tadi sekitar 5.000 hektare tambak belum optimal dan boleh dikata tidur semua. Potensi lain seperti agriculture belum kita sentuh secara maksimal,” katanya.
Karena itu, ia berharap kehadiran Unhas di Bulukumba tidak sekadar menjadi aktivitas akademik, tetapi menjadi tonggak sejarah bagi pengembangan daerah berbasis riset dan teknologi.
“Tidak ada industri tanpa teknologi. Saya bayangkan kalau di tempat itu ada laboratorium agroindustri,” tuturnya.
Ia juga berharap nantinya kampus Unhas di Bulukumba dapat membuka pengembangan pendidikan berbasis riset, termasuk jenjang S2 dan S3, sehingga masyarakat dan akademisi tidak harus selalu ke Makassar.
Selain itu, program desa binaan Unhas akan terus dikembangkan. Dalam rencana pengabdian masyarakat Unhas, seluruh desa yang bekerja sama akan dipetakan sebagai desa binaan, dengan melibatkan berbagai program studi. Pendanaan pengabdian juga direncanakan ditingkatkan hingga Rp25 juta per program studi sehingga dapat menjangkau sekitar 200 desa per tahun.
Sementara itu, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menyampaikan apresiasi atas komitmen Unhas yang terus memperluas pengabdian dan kontribusinya di daerah.
Menurut Bupati, kehadiran perguruan tinggi seperti Unhas merupakan bagian penting dari strategi pembangunan daerah, khususnya dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki Bulukumba.
“Pemerintah Kabupaten Bulukumba tentu menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap komitmen Unhas untuk hadir lebih dekat di tengah masyarakat Bulukumba. Kita memiliki banyak potensi yang membutuhkan sentuhan ilmu pengetahuan, teknologi, riset dan inovasi,” ujar Bupati.
Andi Utta sapaan akrab Bupati menilai, potensi besar Bulukumba di sektor kelautan, perikanan, pertanian, peternakan, industri pengolahan, hingga ekonomi kreatif perlu dikembangkan secara terintegratif.
“Harapan kita, kerja sama ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial atau penelitian semata, tetapi menghasilkan inovasi yang benar-benar bisa digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Terkait rencana kehadiran kampus Unhas di Bulukumba, Andi Utta menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Bulukumba untuk memfasilitasi dan menyiapkan berbagai kebutuhan yang diperlukan.
“Kami siap berkolaborasi. Kalau Unhas berkomitmen untuk hadir di Bulukumba, Pemerintah Kabupaten Bulukumba juga akan memberikan dukungan, termasuk dalam hal penyiapan lahan dan berbagai kebutuhan pendukung lainnya,” tegasnya.
Bupati Bulukumba berharap keberadaan kampus Unhas nantinya tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga pusat riset, inovasi, pengembangan teknologi dan pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada potensi lokal Bulukumba.
Pameran PPMU tersebut menjadi ruang untuk memperlihatkan berbagai hasil kolaborasi akademisi dengan masyarakat Bulukumba.
Bagi Pemerintah Kabupaten Bulukumba, penguatan kerja sama dengan Unhas diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang semakin berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi dan potensi lokal.(*)
Editor Suaedy




br






br
br






br
br
br