BugisPos, Tarakan — Di tengah padatnya agenda pemerintahan dan pengawalan pembangunan daerah, Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum, menunjukkan sisi kepemimpinan yang menyentuh hati dengan hadir langsung di tengah masyarakat yang sedang berduka.
Gubernur Zainal Paliwang menyambangi kediaman almarhum AKBP (Purn) H. Sudirman Dasuki bin H. Dasuki yang berlokasi di Jalan Purnawirawan pada Selasa (8/9/2026). Takziah ini menjadi wujud penghormatan terakhir sekaligus simpati mendalam atas kepulangan almarhum.
Langkah Gubernur bertandang ke rumah duka bukan sekadar seremoni ucapan belasungkawa. Lebih jauh, kehadiran tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah dan warganya merupakan satu kesatuan keluarga besar yang saling menopang, khususnya tatkala duka melanda.
Saat bertatap muka dengan pihak keluarga, Gubernur Zainal Paliwang memanjatkan doa agar almarhum diberikan tempat termulia di sisi Allah SWT. Beliau juga mendoakan agar sanak keluarga yang ditinggalkan senantiasa dianugerahi ketabahan, kekuatan, kesehatan, serta keikhlasan dalam menerima ketetapan ini.
Diketahui, almarhum AKBP (Purn) H. Sudirman Dasuki telah berjuang melawan sakit yang dideritanya selama kurang lebih dua tahun. Selama kurun waktu tersebut, pihak keluarga dengan penuh kesabaran merawat dan mendampingi almarhum hingga mengembuskan napas terakhir.
Perwakilan keluarga menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepedulian Gubernur Kaltara yang berkenan menyempatkan waktu datang langsung. Bagi mereka, kehadiran sesosok pemimpin di momen berduka memberikan suntikan semangat tersendiri.
“Kurang lebih dua tahun almarhum berjuang melawan sakitnya. Kehadiran Bapak Gubernur di rumah duka ini memberikan kekuatan batin bagi kami keluarga yang ditinggalkan,” ungkap perwakilan keluarga almarhum.
Momen takziah ini mempertegas bahwa esensi kepemimpinan tidak hanya terbatas pada perumusan kebijakan atau pembangunan fisik, tetapi juga hadirnya rasa kemanusiaan. Di saat warga membutuhkan empati, dukungan langsung dari pemimpin menjadi penawar duka yang sangat berarti.
Kunjungan Gubernur Zainal Paliwang melambangkan kokohnya semangat kebersamaan yang terus dipupuk di bumi Kaltara. Sikap saling peduli, penghormatan kepada sesama, serta tradisi saling menguatkan merupakan pilar utama dalam membangun masyarakat yang makin solid dan humanis.
Dari ruang duka tersebut, tersirat pesan moral bahwa musibah kehilangan tak perlu dipikul sendirian. Barisan sanak saudara, kepedulian warga, serta hadirnya pemimpin yang berempati menjadi sandaran nyata untuk bangkit, mengikhlaskan, dan melangkah ke depan dengan penuh ketabahan. (*)




br






br
br






br
br
br