Wajo

Partai Hijau Berbenah di Bumi Lamaddukelleng, PKB Wajo Matangkan Kepengurusan hingga Desa

×

Partai Hijau Berbenah di Bumi Lamaddukelleng, PKB Wajo Matangkan Kepengurusan hingga Desa

Sebarkan artikel ini

BugisPos, Wajo — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, mulai mematangkan persiapan pembentukan kepengurusan partai di tingkat kecamatan hingga desa.

Persiapan tersebut dibahas dalam koordinasi antara Ketua DPC PKB Wajo bersama jajaran pengurus dengan Tim Penyusun Kepengurusan (TPK) DPW yang terdiri dari A. Yoga, Fadel Akbar, M. Nawir, dan Al Mujahid Akmal.

Advertisement

Pertemuan berlangsung di Sekretariat PKB Wajo, Senin (14/9/2026), mulai pukul 15.30 hingga 18.00 Wita.

Ketua DPC PKB Wajo H. Sumardi mengatakan, pembahasan awal difokuskan pada perkembangan penyusunan kepengurusan baru di tingkat anak cabang dan ranting.

Menurut dia, struktur kepengurusan yang tengah disiapkan mencakup 14 kecamatan, 48 kelurahan, serta 142 desa di Kabupaten Wajo.

“Diskusi awal dimulai dengan gambaran singkat proses penyusunan pengurus baru DPAC di 14 kecamatan serta pengurus ranting di 48 kelurahan dan 142 desa,” kata Sumardi.

Ia menjelaskan, berdasarkan petunjuk teknis (juknis) terbaru, saat ini terdapat sekitar tujuh hingga delapan kecamatan yang kepengurusannya telah lengkap.

Sementara enam hingga tujuh kecamatan lainnya masih dalam proses penyelesaian. Namun, untuk posisi ketua di tingkat kecamatan, Sumardi menyebut seluruhnya telah terpenuhi.

“Untuk ketua sudah lengkap 100 persen. Mudah-mudahan besok sudah rampung semua dan bisa ikut rapat koordinasi dengan sahabat TPK wilayah,” ujarnya.

Sumardi menargetkan seluruh struktur kepengurusan tingkat kecamatan dapat diselesaikan paling lambat dalam empat hari ke depan.

Setelah struktur tersebut rampung, proses akan dilanjutkan dengan melengkapi kepengurusan di tingkat ranting.

“Kita berharap bisa rampung di akhir September ini,” kata Sumardi.

Menurut dia, percepatan pembentukan struktur kepengurusan menjadi penting karena PKB Wajo telah menjadwalkan sejumlah agenda organisasi pada Oktober mendatang.

Agenda tersebut meliputi orientasi, pengukuhan, serta musyawarah kerja cabang

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas mengenai keterlibatan anggota legislatif (aleg) dalam proses pembentukan dan penguatan struktur partai di tingkat akar rumput.

Salah satu anggota TPK DPW mempertanyakan sejauh mana kontribusi aleg dalam proses tersebut.

Sumardi mengatakan, keterlibatan aleg sangat diharapkan, khususnya dalam membantu penguatan struktur partai di wilayah daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

Termasuk aleg PKB DPRD Sulawesi Selatan, A. Yoga, yang dinilai dapat berkontribusi dalam proses penyusunan kepengurusan.

“Bentuknya bisa merekomendasikan calon pengurus yang berkualitas di setiap tingkatan. Tentu ini sangat valid,” kata Sumardi.

Ia menilai, keterlibatan seluruh unsur partai akan membantu membangun struktur organisasi yang lebih kuat sekaligus memudahkan koordinasi dalam menjalankan program-program strategis partai di tingkat akar rumput.

Sumardi menegaskan, pembenahan struktur organisasi merupakan bagian dari upaya memodernisasi kepartaian.

Menurut dia, seluruh sumber daya potensial di internal partai perlu dilibatkan agar PKB mampu membangun organisasi yang lebih efektif dan responsif terhadap dinamika politik lokal.

“Intinya semua sumber daya potensial perlu kita kerahkan. Ini tuntutan memodernisasi kepartaian kita. Partai Hijau di Bumi Lamaddukelleng ini harus bisa menjadi salah satu role model dalam berbenah,” ujarnya.

Ia mengatakan, pembahasan berikutnya akan diarahkan pada persoalan teknis, terutama bagaimana seluruh struktur partai dapat bergerak dalam satu barisan, satu instruksi, dan satu tujuan.

Pengalaman para pengurus di tingkat kecamatan dan desa juga dinilai penting untuk menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun strategi organisasi.

“Biasanya setiap kampung memiliki karakteristik. Di sini kita perlu lebih fleksibel,” kata Sumardi.

Selain pembenahan struktur, dinamika politik lokal juga menjadi perhatian PKB Wajo.

Sumardi menyebut dinamika politik terus bergerak dengan berbagai manuver yang tidak selalu dapat diprediksi. Karena itu, peningkatan kualitas kader dan percepatan regenerasi dinilai menjadi kebutuhan organisasi.

“Kader kita harus terus ditingkatkan kualifikasinya dan tentu regenerasi harus bergerak lebih cepat. Kaderisasi pemimpin muda harus diagendakan dan dijalankan,” katanya.

Ia menambahkan, pembenahan organisasi tidak dapat dilakukan hanya oleh sebagian unsur partai. Seluruh komponen harus terlibat agar PKB Wajo memiliki struktur yang solid dan mampu bekerja hingga tingkat paling bawah.

“Singkatnya, kita harus terus berbenah dan melibatkan semua komponen partai,” tutupnya.

br
brbr
brbrbr