Wajo

DLH Wajo Bikin Digester Biogas Portable, Kotoran Sapi Diubah Jadi Energi untuk Memasak

×

DLH Wajo Bikin Digester Biogas Portable, Kotoran Sapi Diubah Jadi Energi untuk Memasak

Sebarkan artikel ini

BugisPos, Wajo – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, mengembangkan inovasi digester biogas portable atau mini. Teknologi sederhana ini memanfaatkan kotoran sapi untuk diolah menjadi biogas yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif rumah tangga.

Kepala DLH Wajo, A. Fakhrul Rijal B, bahkan terjun langsung bersama tim dalam proses pembuatan digester tersebut. Inovasi itu menjadi salah satu upaya DLH mengubah limbah organik menjadi sesuatu yang bernilai guna.

Advertisement

“Alhamdulillah, kita mencoba membuat digester biogas portable atau mini. Limbah kotoran sapi kita olah menjadi gas yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk memasak dan kebutuhan rumah tangga lainnya,” kata A. Fakhrul Rijal B. Sabtu (12/9/2026).

Untuk tahap awal, DLH Wajo menjadikan Desa Wecudai sebagai lokasi pilot project. Desa tersebut dipilih karena memiliki potensi limbah kotoran sapi yang cukup besar.

Menurut Fakhrul, jika penerapan teknologi tersebut berjalan baik dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, pengembangan digester biogas akan diperluas ke wilayah lainnya.

“Sementara Desa Wecudai kita jadikan pilot project. Selanjutnya kita akan kembangkan lebih luas lagi, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan limbah yang ada di sekitarnya menjadi sumber energi,” jelasnya.

Dia menerangkan bahan baku biogas tidak terbatas pada kotoran sapi. Berbagai jenis bahan organik lainnya juga dapat dimanfaatkan sepanjang memiliki karakteristik yang sesuai untuk proses produksi biogas.

Pemanfaatan tersebut diharapkan dapat memberikan solusi terhadap limbah peternakan yang selama ini berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan. Limbah tersebut kini dapat diolah menjadi sumber energi alternatif untuk kebutuhan masyarakat.

Fakhrul juga mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap limbah. Menurutnya, limbah tidak selalu harus dibuang karena sebagian di antaranya masih dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai guna.

“Jangan takut biogasnya habis. Selama bahan bakunya tersedia dan terus kita olah, gasnya bisa terus diproduksi. Ternyata yang selama ini kita anggap limbah, di atas tanah justru bisa menjadi sumber energi yang tidak pernah habis selama bahan bakunya terus tersedia,” ujarnya.

Inovasi digester biogas portable ini diharapkan menjadi langkah konkret DLH Wajo dalam mendorong pengelolaan limbah organik, pemanfaatan energi alternatif, sekaligus mengurangi potensi pencemaran lingkungan.

Pengembangan teknologi tersebut juga diharapkan dapat mendorong masyarakat memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar untuk memenuhi sebagian kebutuhan energi rumah tangga secara lebih berkelanjutan.

br
brbr
brbrbr