BugisPos, Jakarta — Pemerintah Kabupaten Takalar mempercepat langkah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 megawatt (MW).
Rencana itu dibahas dalam pertemuan antara Bupati Takalar, Dg Manye, dengan Executive Vice President LPT PLN Pusat, Syamsul, terkait sinergi antara Pemerintah Daerah dan PLN Pusat di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Takalar menegaskan posisi proaktif bersama PLN Pusat untuk memobilisasi pendirian PLTS di Takalar. Proyek ini diharapkan mampu memperkuat pasokan listrik daerah sekaligus membuka peluang penyerapan tenaga kerja lokal.
Sinergi Pemda, PLN, dan PTPN
Pihak Pemkab Takalar menyatakan kendala teknis dan administrasi yang selama ini dihadapi telah berada dalam tahap kesiapan. PLN dinilai sangat mendukung rencana pembangunan PLTS tersebut, sementara PTPN berperan sebagai penyedia aset lahan.
Kolaborasi tiga pihak itu diproyeksikan mempercepat proses perizinan, kesiapan lahan, hingga tahap pengembangan proyek. Pemerintah daerah menargetkan PLTS 100 MW tidak hanya menjadi proyek energi, tetapi juga penggerak ekonomi lokal melalui lapangan kerja selama konstruksi dan operasional.
Selaras Program Nasional
Rencana PLTS Takalar 100 MW sejalan dengan program nasional PLTS 100 gigawatt-peak (GWp) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada 25 Agustus 2026 di Gilimanuk, Bali. Pemerintah menargetkan pembangunan program tersebut selesai dalam tiga tahun.
Pada tahap awal, pemerintah meluncurkan 14 proyek PLTS di enam provinsi dengan kapasitas total sekitar 5,3 GWp. Program nasional ini mencakup berbagai skema, termasuk PLTS darat (ground-mounted), PLTS atap, dan PLTS terapung.
Presiden Prabowo menegaskan program PLTS 100 GWp sebagai langkah strategis menuju kemandirian dan swasembada energi nasional.
Dukungan Energi untuk Takalar
Takalar sebelumnya telah memiliki pengalaman pengembangan energi surya. Kementerian ESDM meresmikan PLTS terpusat berkapasitas 100 kilowatt-peak (kWp) di Desa Balang Datu, Kecamatan Mappakasunggu, yang mampu menerangi 422 rumah dan delapan fasilitas umum.
Dengan skala 100 MW, rencana PLTS baru ini jauh lebih besar dan berpotensi memberikan dampak yang lebih luas bagi keandalan sistem kelistrikan di Sulawesi Selatan. Namun, besaran manfaat pasokan listrik dan jumlah tenaga kerja yang terserap masih bergantung pada desain proyek, jadwal pembangunan, serta skema keterlibatan tenaga kerja lokal yang akan ditetapkan para pihak.
Harapan Pemda
Pemkab Takalar berharap pertemuan dengan EVP LPT PLN Pusat menjadi titik awal percepatan realisasi proyek. Fokus utama yang diusung adalah memastikan kesiapan lahan dari PTPN, dukungan teknis dan jaringan dari PLN, serta kemudahan administrasi dari pemerintah daerah.
“Sinergi Pemda Takalar, PLN Pusat, dan PTPN diharapkan mampu menjadikan PLTS 100 MW sebagai proyek strategis yang mendukung ketahanan energi sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat Takalar,” demikian pesan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.




br






br
br






br
br
br