BugisPos, Makassar – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mengambil langkah proaktif dalam merespons ketidakpastian dan fragmentasi ekonomi global yang membayangi Indonesia.
Di tengah tantangan tersebut, APINDO menegaskan perannya untuk memetakan peluang investasi daerah sekaligus mempercepat pembukaan akses pasar global bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Ketua Umum DPN APINDO, Shinta Kamdani, menyoroti masih rendahnya kontribusi ekspor UMKM nasional yang saat ini baru menyentuh angka 4 persen. Padahal, UMKM memiliki potensi besar untuk menjadi benteng ketahanan ekonomi nasional.
”Dalam satu sisi perdagangan, kita mau UMKM kita bisa naik kelas dan membantu mempromosikan produk-produk UMKM masuk ke pasar global. Saat ini ekspor UMKM masih sangat kecil, baru 4 persen. Nah, ini yang mau kita bantu,” ujar Shinta.
Selain mendorong daya saing produk lokal di tingkat internasional, APINDO juga berfokus menarik investor asing dan domestik ke berbagai proyek strategis di daerah guna menjaga pertumbuhan ekonomi tetap melaju.
”Dengan ketidakpastian dan fragmentasi global saat ini, kita mesti berhati-hati menghadapi tantangan dan tetap bertahan. Namun, semangat selalu kita kobarkan, pengusaha Indonesia tidak boleh menyerah! Oleh karenanya, kita terus mendukung program pemerintah membuka peluang dan menarik lebih banyak investasi,” tegasnya, Senin (3/8/26).
Menanggapi dinamika investasi regional termasuk peluang dari pertemuan bilateral antara pemerintah Indonesia dan Thailand.
Shinta melihat kompetisi gaet investasi di kawasan ASEAN justru dapat diubah menjadi kolaborasi yang saling menguntungkan.
”Thailand adalah mitra baik kita di ASEAN. Di sinilah sinergisitas dibangun, baik dalam pengembangan industri pangan maupun sektor pariwisata yang bisa kita pelajari dari mereka. Pertemuan bilateral ini momentum penting untuk meningkatkan kerja sama ekonomi,” pungkas Shinta.(din)













