BugisPos, Makassar – Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mendapat penugasan menyalurkan bantuan pangan berupa beras untuk 1,130 juta penerima di dua provinsi tersebut selama periode Oktober hingga Desember 2026.
Wakil Pimpinan Perumda Bulog Sulselbar, Karmila Hasyim, mengatakan bantuan tersebut menyasar penerima yang masuk dalam kelompok Desil 1 hingga Desil 4.
“Kemenko sudah menugaskan kepada Bulog untuk menyalurkan bantuan pangan alokasi Oktober, November, dan Desember. Untuk penerima bantuan pangan Desil 1, Desil 2, Desil 3, dan Desil 4,” kata Karmila di sela-sela penyerahan bantuan beras SPHP lima kilogram 350 warga Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Rabu (7/10).
Menurutnya, total beras yang disiapkan untuk penyaluran selama tiga bulan tersebut mencapai sekitar 33 ribu ton.
“Untuk Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Bulog mendapatkan penugasan untuk 1.130.000 penerima bantuan pangan atau untuk tiga bulannya sebanyak 33.000 ton beras,” ujarnya.
Karmila mengatakan penyaluran bantuan pangan periode Juli hingga September telah terealisasi 100 persen. Capaian tersebut menjadi dasar Bulog kembali mendapat penugasan untuk periode Oktober hingga Desember.
“Kalau untuk bantuan pangan alokasi Juli, Agustus, September, alhamdulillah kita sudah realisasi 100 persen. Setelah realisasi 100 persen, makanya Bulog mendapatkan penugasan untuk menyalurkan kembali bantuan pangan alokasi Oktober, November, dan Desember,” katanya.
Selain bantuan pangan gratis, Bulog Sulselbar juga mendapat penugasan menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Untuk Sulsel dan Sulbar, alokasi SPHP yang diterima mencapai 74 ribu ton. Beras tersebut disalurkan melalui berbagai saluran distribusi untuk menjaga ketersediaan beras di masyarakat.
“Kita tetap menggelontorkan atau menyalurkan beras SPHP itu ke pasar-pasar,” kata Karmila.
Ia mengatakan Bulog juga bekerja sama dengan pasar tradisional di Kota Makassar melalui enam kios pangan yang berada di pasar-pasar yang tercatat dalam SP2KP.
Dengan distribusi tersebut, Bulog menargetkan beras SPHP tetap tersedia di tengah masyarakat, baik melalui pasar tradisional, ritel modern maupun kegiatan Gerakan Pangan Murah.
“Sehingga beras SPHP diyakini tetap ada di tengah-tengah masyarakat, baik di pasar tradisional, ritel modern, maupun di kegiatan Gerakan Pangan Murah yang dilakukan kerja sama Dinas Ketahanan Pangan provinsi,” ujarnya.
Jagung
Selain beras, Bulog Sulselbar juga mendapat penugasan untuk menyalurkan jagung sebanyak 6.000 ton.
Dari total alokasi tersebut, sebanyak 5.700 ton jagung telah direalisasikan penyalurannya.
“Untuk jagung juga kita mendapatkan penugasan sebanyak 6.000 ton dan kita sudah realisasi 5.700 ton,” kata Karmila.
Ia menyebut harga jagung yang menjadi bagian dari kebijakan pemerintah tersebut berada pada level Rp5.000. Penyaluran jagung dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan dan harga komoditas tersebut di pasar.(dz)




br






br
br






br
br
br