BugisPos, Bulukumba.– Polres Bulukumba melalui Satuan Reserse Narkoba terus mengintensifkan upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang digelar dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Negeri 1 Bulukumba, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.00 Wita tersebut berlangsung di Aula SMK Negeri 1 Bulukumba dengan mengusung tema “Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar di Kabupaten Bulukumba.”
Sosialisasi dihadiri Wakil Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Bulukumba, Muh. Ridhatullah, S.STPI., M.M., panitia MPLS, serta sekitar 250 siswa dan siswi yang mengikuti kegiatan dengan antusias.
Dalam kegiatan tersebut, Kasat Resnarkoba Polres Bulukumba, AKP Salehuddin, S.H., M.H., hadir sebagai narasumber. Ia memberikan edukasi mengenai berbagai jenis narkotika, dampak buruk penyalahgunaannya terhadap kesehatan, pendidikan, kehidupan sosial, hingga masa depan para pelajar. Selain itu, ia juga menjelaskan konsekuensi hukum yang mengancam para pelaku penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
AKP Salehuddin mengingatkan para pelajar agar membentengi diri sejak dini dari pengaruh narkoba dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan pergaulan yang negatif.
“Kalian adalah generasi penerus bangsa. Jangan pernah mencoba narkoba karena sekali terjerumus, dampaknya sangat besar bagi kesehatan, pendidikan, keluarga, hingga masa depan. Jadilah pelajar yang berani mengatakan tidak terhadap narkoba,” tegasnya.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Para siswa tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar bahaya narkotika, modus peredaran narkoba yang menyasar kalangan remaja, hingga langkah-langkah yang harus dilakukan apabila mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan P4GN yang terus digencarkan, Polres Bulukumba berharap para pelajar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya narkoba, sehingga mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
Sebagai bentuk komitmen bersama dalam memerangi narkoba, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sambil mengangkat simbol tangan bertuliskan “Stop Narkoba” sebagai ajakan untuk menolak penyalahgunaan narkotika dan mengampanyekan gaya hidup sehat tanpa narkoba.-(*)
Editor Suaedy












