Pendidikan

Dihadiri ki Wali Kota Makassar, PGRI Power Menggebrak Sulsel, Guru Kota Makassar Ditantang Tak Gagap Teknologi

×

Dihadiri ki Wali Kota Makassar, PGRI Power Menggebrak Sulsel, Guru Kota Makassar Ditantang Tak Gagap Teknologi

Sebarkan artikel ini

BugisPos, Makassar — Wali Kota kota Makassar, Munafri Arifuddin menghadiri pembukaan Launching PGRI Power dan Training of Trainer (ToT) Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI).

Kegiatan tersebut digelar Pengurus PGRI Kota Makassar bersama Provinsi Sulawesi Selatan di BBGTK Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Adiyaksa, Kota Makassar, Selasa (20/10/2026).

Advertisement

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut surat Pengurus Besar (PB) PGRI Nomor 372/Um/PB/XXIII/2026 tertanggal 11 Mei 2026 tentang Pelaksanaan Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI)-Program PGRI Power.

 

Pelaksanaannya juga mengacu pada hasil Rapat Pleno Diperluas bersama Pengurus Provinsi dan Pengurus PGRI Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan yang digelar secara daring pada 26 Agustus 2026.

 

Kehadiran Nurkanaah menjadi bagian dari dukungan PGRI Sidrap terhadap peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam penguasaan teknologi koding dan kecerdasan artifisial.

 

Penguatan kompetensi tersebut menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan teknologi digital di bidang pendidikan.

Menurut Munafri, guru tidak cukup hanya menguasai metode pembelajaran konvensional, tetapi juga harus mampu mengikuti perkembangan zaman agar tetap relevan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik masa kini.

 

Pesan tersebut disampaikan Munafri yang akrab disapa Appi saat memberikan sambutan pada kegiatan Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) melalui program PGRI Power Tahun 2026.

 

Yang diselenggarakan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pengurus Kota Makassar.

berbicara tentang pendidikan berarti berbicara tentang masa depan. Karena itu, fondasi yang kuat harus dibangun sejak sekarang, salah satunya melalui peningkatan kompetensi dan profesionalitas tenaga pendidik.

 

“Kalau kita berpikir dalam dan detail tentang pendidikan, artinya kita berpikir tentang masa depan. Masa depan yang baik, masa depan yang berhasil harus dimulai dengan kuatnya fondasi masa sekarang,” ujarnya.

Ia menilai, perkembangan teknologi telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Algoritma dan kecerdasan buatan kini menjadi bagian dari keseharian, termasuk dalam pola komunikasi, akses informasi, hingga cara generasi muda belajar dan berinteraksi.

Namun, di tengah pesatnya perkembangan tersebut, Appi menegaskan bahwa teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran guru dalam proses pendidikan.

Menurut dia, proses belajar-mengajar tidak hanya berkaitan dengan penyampaian materi dan transfer pengetahuan.

Di dalamnya terdapat empati, hati, dan jiwa yang menjadi bagian penting dari hubungan antara guru dan peserta didik.

Karena itu, tantangan bagi guru saat ini bukan menghindari perkembangan teknologi, melainkan menguasainya dan memanfaatkannya sebagai sarana untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan generasi masa kini.

“Kita mau, bagaimana guru-guru mampu menaklukkan teknologi dan menjadikan teknologi sebagai sarana yang tepat untuk menghasilkan proses belajar-mengajar yang baik bagi anak-anak kita,” jelasnya.

Sementara Ketua PGRI Kota Makassar Pantja Nur Wahidin menyampaikan bahwa guru mahir koding dan kecerdasan artifisial bukan lagi sebuah pilihan, melainkan suatu keniscayaan.

Era digital Sekarang, posisi Guru menjadi semakin penting. Semakin cerdas teknologi, semakin dibutuhkan guru yang cerdas dalam menggunakan teknologi.

“Perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat. Guru harus terus meningkatkan kompetensi agar tidak tertinggal dan mampu memanfaatkan AI sebagai bagian dari proses pembelajaran,” ujar Ketua PGRI Kota Makassar.

Pengetahuan ToT Akan Didiseminasikan ke di Kota Makassar ini

Menurut Pantja Nur Wahidin keikutsertaan PGRI Kota Makassar dalam program tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan guru menghadapi pendidikan berbasis digital.

Peserta ToT dipersiapkan bukan sekadar sebagai penerima materi, tetapi sebagai mentor yang nantinya akan mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada guru-guru di daerah masing-masing.

Pantja Nur Wahidin berharap hasil pelatihan tersebut dapat segera didiseminasikan kepada para guru di Kota Makassar.(zhoel)

br
brbr
brbrbr