Makassar

Dihadiri PW DDI Sulsel dan Kemenag, Penamatan 37 Santri Ponpes DDI Abrad Berlangsung Tauwwa Khidmat

×

Dihadiri PW DDI Sulsel dan Kemenag, Penamatan 37 Santri Ponpes DDI Abrad Berlangsung Tauwwa Khidmat

Sebarkan artikel ini

BugisPos, Makassar — Pondok Pesantren (Ponpes) Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) Abrad Kota Makassar kembali menorehkan raport emas dalam silsilah khidmahnya mencetak kader ulama dan intelektual muslim.

Melalui prosesi wisuda yang sarat akan nuansa khidmat, religius, dan penuh rasa syukur, Ponpes DDI Abrad sukses menamatkan sebanyak 37 santri dan santriwati kelas akhir untuk tahun ajaran ini, Minggu (21/6/2026).

​Momentum sakral pemindahan kuncir toga dan penyerahan ijazah kelulusan tersebut dipusatkan di kompleks pesantren.

Agenda ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Wilayah (PW) DDI Sulawesi Selatan, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Makassar yang diwakili oleh jajaran strukturalnya, para ustaz-ustazah, tokoh masyarakat, serta ratusan orang tua santri yang larut dalam kebahagiaan.

​Acara penamatan ini menjadi penanda historis selesainya satu fase periodisasi pendidikan formal dan non-formal para santri.

Selama bertahun-tahun, mereka telah digembleng secara spartan melalui internalisasi kurikulum pembelajaran kitab kuning, pembinaan akhlak mulia (karimah), pendalaman ilmu syariat (tafaqquh fiddin), hingga penguatan karakter kepemimpinan berbasis nilai-nilai kepesantrenan.

​Pimpinan Pondok: Kelulusan Bukan Akhir, Melainkan Awal Pengabdian

​Dalam khotbah iftitah dan sambutannya, Pimpinan Pondok Pesantren DDI Abrad, Dr. Abdul Rahman Zain, Lc., M.Th.I, melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah mengunci ketekunan, kesabaran, dan militansi belajar tinggi selama mendekam di dalam laboratorium peradaban pesantren.

​Doktor jebolan Timur Tengah ini menggarisbawahi bahwa momentum kelulusan ini jangan pernah diasumsikan sebagai titik akhir dari perjalanan panjang berburu ilmu pengetahuan.

Sebaliknya, ini merupakan gerbang awal bagi para santri untuk menguji ketajaman ilmu dan mengamalkannya di tengah-tengah kompleksitas kehidupan sosial masyarakat.

​“Prestasi dan keberhasilan yang kita saksikan hari ini adalah konvergensi nyata dari kerja keras tanpa lelah para santri, bimbingan spritual yang ikhlas dari para guru, serta sokongan materi dan untaian doa yang tidak pernah putus dari lisan para orang tua.

Kami menaruh ekspektasi besar, alumni DDI Abrad mampu menjelma menjadi generasi transformatif yang berilmu amalan, berakhlak mulia, dan memancarkan asas manfaat yang luas bagi agama, bangsa, dan negara,” ujar Dr. Abdul Rahman Zain visioner.
​Cetak Blueprint Ekspansi Ponpes ke Pinrang dan Bone

​Menariknya, di hadapan para pengurus wilayah DDI Sulsel dan jajaran Kemenag, Dr. Abdul Rahman Zain meniupkan angin segar terkait rencana strategis (blueprint) pengembangan infrastruktur jangka panjang Ponpes DDI Abrad.

​Pihaknya menegaskan komitmennya untuk tidak memenjarakan syiar DDI Abrad di teritorial administrasi Kota Makassar semata.

Saat ini, manajemen pondok sedang mengusahakan dan mematangkan perluasan ekspansi pembangunan cabang-cabang baru Ponpes DDI Abrad di beberapa kabupaten potensial di Sulawesi Selatan, di antaranya Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Bone.
​Langkah ekspansif ini dinilai krusial guna menjawab tingginya animo masyarakat daerah terhadap model pendidikan integratif yang ditawarkan DDI Abrad.

​Pantauan di lokasi, atmosfer haru biru seketika pecah dan mewarnai jalannya kegiatan saat prosesi sakral penyerahan tanda kelulusan satu per satu ke atas panggung.

Isak tangis haru tak membendung dari sudut mata para orang tua saat melihat putra-putri mereka berdiri tegak mengenakan jubah kelulusan dengan mengantongi sanad keilmuan Islam yang kuat.

​Selain prosesi wisuda inti, jalannya acara kian semarak dengan penampilan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan secara tartil oleh santri, penyampaian pesan dan kesan dwibahasa dari perwakilan wisudawan, serta ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk artikulasi syukur kolektif atas segala capaian yang telah diraih.

​Suksesnya wisuda 37 santri ini menjadi bukti otentik komitmen kokoh Ponpes DDI Abrad dalam melahirkan gerbong generasi muda yang seimbang antara kapasitas intelektual (intelectual quotient) dan kematangan spiritual (spiritual quotient).

Pasca-meninggalkan gerbang pesantren, alumni diharapkan mampu melesat ke jenjang perguruan tinggi tinggi dan bertindak sebagai agen kebaikan (agent of change) serta cermin teladan di manapun mereka berpijak.