Bantaeng

DPP LACAK Soroti Proyek Pendidikan di Bantaeng Jauh dari Jaminan Mutu

×

DPP LACAK Soroti Proyek Pendidikan di Bantaeng Jauh dari Jaminan Mutu

Sebarkan artikel ini
Kondisi bangunan yang baru beberapa bulan selesai itu, menunjukkan berbagai kerusakan, antara lain retakan parah pada bagian Selasar, samping dan belakang, serta indikasi penurunan kualitas struktur.

BugisPos, Bantaeng – Salah satu hal yang sangat penting dalam pekerjaan proyek adalah adanya jaminan mutu dan kualitas. Namun lain halnya Proyek satu ini yakni Proyek pembangunan satuan pendidikan SMP IT AL-IKHSAN WAHDAH ISLAMIAH Kabupaten Bantaeng yang dibiayai melalui Sumber Dana APBN Tahun Anggaran 2025 dengan nilai pagu sebesar Rp 1.812.845.679,- menuai kritik dari berbagai pihak. Proyek tersebut diduga dikerjakan secara asal-asalan dan tidak sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang telah ditetapkan.

Alhasil, pantauan DPP Lembaga LACAK RI, di lokasi tersebut, ditemukan sejumlah pekerjaan selasar yang dinilai jauh dari standar kualitas konstruksi.

Kondisi bangunan yang baru beberapa bulan selesai itu, menunjukkan berbagai kerusakan, antara lain retakan parah pada bagian Selasar, samping dan belakang, serta indikasi penurunan kualitas struktur.

“Kerusakan pada Selasar bagian belakang bangunan ini menimbulkan kekhawatiran akan aspek keamanan, daya tahan, dan standar kelayakan untuk bangunan pendidikan.” Ungkap Sekjen DPP Lacak, Agussalim kepada media ini, Kamis (2/3/2026).

Menurutnya, standar teknik sipil, bangunan pendidikan harus memenuhi kriteria kekuatan struktur, keamanan, dan kenyamanan bagi pengguna (Siswa).

“Retakan pada Selasar bangunan dapat menjadi indikator adanya masalah pada pondasi atau struktur bangunan, seperti penurunan tanah (settlement) atau beban yang tidak seimbang. Apalagi bangunan itu berada di bagian aliran sungai, sehingga risiko erosi dan penurunan tanah lebih tinggi. Jika tidak ditangani, kerusakan ini dapat membahayakan keselamatan siswa dan staf sekolah, serta mengganggu proses belajar mengajar.” tambahnya.

Pengawasan dan pengendalian kualitas konstruksi yang lemah diduga menjadi penyebab utama kerusakan ini. “Makanya kami meminta agar pihak terkait segera melakukan evaluasi dan perbaikan untuk memastikan bangunan memenuhi standar keselamatan dan kualitas.” Pinta Sekjen LACAK.

Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah SMP IT AL-IKHSAN WAHDAH ISLAMIAH Kabupaten Bantaeng, Muheran, pada Rabu, (1/4/2026) mengatakan bahwa proyek pembangunan tersebut sudah serah terima dan laporan sudah diterima di Kejaksaan, serta sudah diperiksa oleh BPK.

“Kerusakan pada bangunan sekolah, khususnya retakan pada Selasar, diakibatkan oleh banjir (bencana) yang tidak bisa dihindari karena memang terjadi bencana alam,” kata Muheran.

Dia berjanji akan memperbaiki dalam waktu dekat kerusakan-kerusakan keseluruhan Selasar yang retak. Bahkan, ia menjelaskan secara detail bahwa mereka sudah melakukan  Contrak Change Order (CCO) pada pembangunan tersebut untuk mengakomodasi perubahan dan penyesuaian yang diperlukan.

Muheran menegaskan bahwa sekolah akan bekerja sama dengan tim teknis dan pihak terkait untuk memastikan perbaikan dilakukan dengan baik, memenuhi standar kualitas. (tim)