Pos Sulbar

Jalan Trans Sulawesi Dipadati ki Penonton Sandeq Silumba 2026

×

Jalan Trans Sulawesi Dipadati ki Penonton Sandeq Silumba 2026

Sebarkan artikel ini

Bugispos, Majene – Antusiasme masyarakat menyaksikan Sandeq Silumba 2026 semakin tinggi. Pada etape kedua, warga tumpah ruah memadati sepanjang jalur Trans Sulawesi, mulai dari Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, hingga wilayah Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Minggu 27 September 2026.

Anak-anak, remaja hingga orang dewasa terlihat berdiri di sisi jalan untuk menyaksikan langsung ketangkasan para passandeq mengolah angin. Dengan mengandalkan layar dan kelihaian membaca arah angin, perahu-perahu sandeq melaju cepat menuju garis finis.

Advertisement

Etape kedua Sandeq Silumba 2026 dimulai pukul 08.00 Wita. Start dilakukan dari Pantai Pamboang, Kabupaten Majene, dan dilepas langsung Ketua Dewan Pengarah Sandeq Silumba, Syamsul Samad untuk mewakili Gubernur Sulbar Suhardi Duka. Para peserta kemudian melanjutkan pelayaran menuju garis finis di Pantai Bahari, Kabupaten Polman.

Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari kepadatan penonton di sepanjang jalan. Sejumlah warga bahkan mengikuti perjalanan etape kedua sejak titik start untuk menyaksikan langsung perahu tradisional khas Mandar tersebut berlaga.

Salah seorang warga Kecamatan Pambusuang, Ahmad Kadafi Faisal mengatakan, kehadirannya menyaksikan Sandeq Silumba dilandasi kecintaan terhadap budaya maritim Mandar yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Sulawesi Barat (Sulbar).

“Kalau soal motivasi, sandeq ini kan budaya maritim Mandar, Sulawesi Barat. Masyarakat Sulbar sangat antusias setiap tahun untuk menonton sandeq,” kata Ahmad.

Menurutnya, jumlah peserta Sandeq Silumba 2026 yang mencapai 80 perahu menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Ahmad menyebut jumlah tersebut merupakan sesuatu yang istimewa dalam pelaksanaan berbagai event sandeq selama ini.

“Pesertanya ini sebanyak 80 perahu sandeq dan ini baru pertama kali. Dari sekian banyaknya event sandeq dari tahun ke tahun, ini bisa dibilang rekor baru,” ujarnya.

Ahmad berharap Sandeq Silumba dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan berkembang hingga dikenal di tingkat internasional.

“Harapan kami untuk Sandeq Silumba ini selalu diadakan setiap tahun dan bisa sampai ke internasional,” ungkap Ahmad.

Ia juga berharap, penyelenggaraan event tersebut dapat semakin membangkitkan semangat para passandeq untuk mempertahankan tradisi bahari Mandar sekaligus mengharumkan nama Sulbar.

“Untuk bertambah lagi motivasi para passandeq, semangat juang untuk para passandeq dan untuk Sulawesi Barat dan Mandar,” tuturnya.

Antusiasme serupa disampaikan Hamid, 20 tahun. Ia mengaku sengaja mengikuti jalannya etape kedua karena ingin menyaksikan langsung tradisi maritim Mandar yang dikemas dalam sebuah perlombaan.

“Tadi saya mengikuti etape kedua sejak start dari Pantai Pamboang,” kata Hamid.

Menurutnya, Sandeq Silumba tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya maritim Mandar kepada generasi muda.

Hamid berharap pelaksanaan Sandeq Silumba pada tahun-tahun mendatang dapat berlangsung lebih meriah dengan jumlah peserta yang semakin banyak.

“Semoga ke depan lebih banyak lagi peserta Sandeq Silumba,” tutupnya.(*)

br
brbr
brbrbr