Pos Sulbar

Kalaksa BPBD Sulawesi Barat Paparkan ki Inovasi DESTANA Berbasis Kolaborasi kepada Sekda Sulbar pada Pameran PKN II LAN Makassar

×

Kalaksa BPBD Sulawesi Barat Paparkan ki Inovasi DESTANA Berbasis Kolaborasi kepada Sekda Sulbar pada Pameran PKN II LAN Makassar

Sebarkan artikel ini

Bugispos, Sulbar – Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menerima kunjungan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, selaku mentor pada kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026 di Kampus LAN Makassar, Rabu 29 Juli 2026. Kunjungan tersebut dilakukan di booth stand pameran proyek perubahan “Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Berbasis Kolaborasi” yang digagas oleh Muhammad Yasir Fattah sebagai reformer.

Kunjungan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat merupakan bentuk dukungan terhadap implementasi proyek perubahan yang sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang menekankan pentingnya inovasi pelayanan publik melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan daerah, termasuk di bidang penanggulangan bencana.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Yasir Fattah memaparkan konsep DESTANA Berbasis Kolaborasi yang mengedepankan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, serta masyarakat desa dalam membangun ketangguhan menghadapi bencana. Inovasi ini dirancang untuk memperkuat kapasitas desa melalui pemberdayaan masyarakat, peningkatan kesiapsiagaan, serta pengelolaan risiko bencana secara terpadu dan berkelanjutan.

Muhammad Yasir Fattah menyampaikan bahwa proyek perubahan ini tidak hanya menjadi bagian dari agenda PKN Tingkat II, tetapi juga merupakan komitmen BPBD Sulawesi Barat dalam memperkuat ketangguhan desa terhadap berbagai ancaman bencana melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Melalui DESTANA Berbasis Kolaborasi, kami ingin memastikan bahwa upaya pengurangan risiko bencana menjadi gerakan bersama. Ketangguhan masyarakat hanya dapat diwujudkan apabila seluruh unsur pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, media, dan masyarakat bersinergi dalam satu tujuan yang sama,” pungkas Yasir Fattah.(*)