WAJO, BUGISPOS.com _ Semangat kebersamaan tidak hanya terlihat dari para purnawirawan Polri, tetapi juga dari para istri yang setia mendampingi perjalanan pengabdian suami mereka hingga memasuki masa purnabakti. Momen tersebut tampak dalam Reuni Alumni Seba Polsuk VII SPN Batua Ujung Pandang Tahun 1988–1989 yang digelar di Aula Soebarkah SPN Polda Sulawesi Selatan, Selasa (7/7/2026).
Kehadiran ibu-ibu purnawirawan menjadi gambaran bahwa pengabdian seorang anggota Polri tidak pernah lepas dari dukungan keluarga. Selama puluhan tahun menjalani tugas di berbagai daerah, para istri tetap berdiri di sisi suami mereka, dan kesetiaan itu terus berlanjut meski masa dinas telah berakhir.
Mengusung tema “Kami Datang karena Rindu, Kami Bertemu Berbagi Suka, dan Kami Kembali Dalam Kebahagiaan Bersama Keluarga, di Masa Purnabakti Bermanfaat Bagi Masyarakat”, reuni berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Alumni Seba Polsuk VII SPN Batua Ujung Pandang, Seba Polwan XII, serta Seba Polsuk VII Passo Tahun 1988–1989 hadir bersama keluarga dari berbagai daerah di Indonesia.
Kebersamaan para pasangan purnawirawan menjadi salah satu pemandangan yang paling menyentuh. Banyak istri tetap aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari seremoni hingga hiburan, sebagai bentuk dukungan dan kebersamaan yang telah terjalin sejak awal masa pengabdian suami mereka.
Mewakili Kepala SPN Polda Sulsel, Wakil Kepala SPN Polda Sulsel AKBP Robert Kenedy Aritonang mengapresiasi terselenggaranya reuni tersebut. Menurutnya, kuatnya ikatan persaudaraan para alumni beserta keluarga menjadi teladan bahwa nilai kebersamaan yang dibangun sejak pendidikan tetap terpelihara hingga masa purnabakti.
Suasana haru juga terasa saat Aiptu (Purn) Syarifuddin hadir bersama istrinya, Ibu Sariati. Meski dengan keterbatasan fisik, keduanya tetap menghadiri reuni untuk bersilaturahmi dengan rekan-rekan seperjuangan. Kehadiran pasangan tersebut mendapat apresiasi dari seluruh peserta sebagai simbol kesetiaan, cinta, dan keteguhan dalam mendampingi perjalanan hidup hingga masa purnabakti.
Peran para istri juga tampak melalui penampilan senam yang dibawakan Ibu-Ibu Dian Kemala Alumni Batua VII. Penampilan tersebut semakin menghidupkan suasana sekaligus menunjukkan bahwa para pendamping anggota Polri tetap menjaga semangat kebersamaan dan kekompakan.
Selain menjadi ajang melepas rindu, reuni juga diisi aksi sosial melalui penggalangan donasi untuk renovasi Masjid Nurul Ilmi SPN Polda Sulsel. Kepedulian itu menjadi bukti bahwa semangat pengabdian para alumni beserta keluarga tidak berhenti setelah pensiun, tetapi terus diwujudkan melalui kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Bagi para alumni, masa purnabakti bukan akhir dari pengabdian. Dengan dukungan dan kesetiaan istri yang terus mendampingi, mereka berharap tetap dapat memberi manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan institusi Polri melalui semangat persaudaraan yang terus terjaga












