Bulukumba

Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor, Dinkes Bulukumba Gelar ki Rakor Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

×

Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor, Dinkes Bulukumba Gelar ki Rakor Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Sebarkan artikel ini

BugisPos, Bulukumba,- Pemerintah Kabupaten Bulukumba terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan melalui Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Deteksi Dini, Preventif, dan Respons Penyakit Tingkat Kabupaten Bulukumba Tahun 2026, yang digelar pada 26–27 Agustus 2026 di Tanjung Bira.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba ini mengusung tema “Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor dalam Percepatan Capaian Program Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P)”.

Advertisement

Rapat koordinasi tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian program sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mempercepat pelaksanaan program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Kabupaten Bulukumba.

Kegiatan dihadiri Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Dinas Kesehatan, serta unsur lintas sektor dan lintas program.

Forum tersebut juga menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), serta Ketua Komisi IV DPRD Syamsir Paro..

Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat perspektif kebijakan, pelaksanaan program, sekaligus dukungan lintas sektor terhadap pembangunan kesehatan.

Dalam arahannya, Bupati Bulukumba menegaskan bahwa keberhasilan program pencegahan dan pengendalian penyakit tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan.

Menurutnya, upaya mewujudkan masyarakat yang sehat membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, institusi pendidikan, organisasi masyarakat, hingga berbagai unsur lainnya yang memiliki peran dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

“Pencegahan dan pengendalian penyakit membutuhkan komitmen dan kerja bersama. Karena itu, kolaborasi lintas sektor harus terus diperkuat agar setiap program dapat berjalan secara terpadu, efektif, dan tepat sasaran,” ungkapnya.

Kolaborasi lintas sektor menjadi semakin penting dalam memperkuat rangkaian upaya kesehatan, mulai dari deteksi dini, promosi kesehatan, tindakan preventif, penemuan dan penanganan kasus, hingga respons terhadap berbagai ancaman penyakit.

Dengan sinergi yang semakin kuat, berbagai persoalan dan hambatan yang ditemukan di lapangan dapat diidentifikasi lebih cepat dan ditindaklanjuti secara bersama.

Sementara itu, narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Muh Yusri, memberikan penguatan mengenai arah dan strategi pelaksanaan program P2P, termasuk pentingnya koordinasi dan integrasi program di tingkat kabupaten untuk mencapai indikator kesehatan yang telah ditetapkan.

Dukungan legislatif juga menjadi bagian penting dalam forum tersebut. Kehadiran Ketua Komisi IV DPRD, Syamsir Paro semakin memperkuat dukungan kebijakan dan penganggaran yang diperlukan dalam meningkatkan capaian pembangunan kesehatan daerah.

Selain membahas strategi percepatan, rapat koordinasi dan evaluasi ini juga menjadi ruang untuk melihat capaian program, mengidentifikasi berbagai permasalahan dan tantangan di lapangan, serta merumuskan rencana tindak lanjut secara bersama.

Setiap sektor diharapkan dapat mengambil peran sesuai tugas dan kewenangannya sehingga target-target kesehatan daerah dapat dicapai secara lebih terukur dan berkelanjutan.

Sinergi lintas sektor diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam mempercepat capaian program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), sekaligus mewujudkan masyarakat Bulukumba yang lebih sehat, produktif, dan terlindungi dari berbagai ancaman penyakit.(*)

Editor Suaedy 

br
brbr
brbrbr