BugisPos, Maskassar — Latihan kader Tapak Suci Pimda 28 Makassar kembali digelar secara rutin dua kali dalam sebulan, tepatnya pada pekan kedua dan keempat, di Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk memperkuat Keilmuan Nasional Tapak Suci terbaru sekaligus mempererat silaturahmi antar kader, pelatih, dan pendekar dari berbagai cabang. Minggu, 11/10/26
Ketua Dewan Pelatih Pimda 28 Tapak Suci Makassar, Drs. Muh. Ali, P.Ka., menegaskan bahwa seluruh kader harus aktif mengikuti latihan agar tidak tertinggal materi. Ia menekankan bahwa sejak Ujian Kenaikan Tingkat Siswa (UKTS) terakhir, materi nasional sudah resmi diberlakukan, jangan sampai pada UKTS berikutnya masih banyak siswa yang belum mengikuti Kurikulum Nasional Keilmuan Tapak Suci.
Selain itu, Ketua Pimda 28 Makassar, H. Zulkarnain Arief, M.Pd, P.Mdy., menambahkan bahwa latihan kader bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga memperkuat kebersamaan. Menurutnya, semakin sering kader berkumpul, semakin akrab hubungan yang terjalin, dan semakin banyak ide baru yang muncul untuk lebih memajukan perguruan kita.
Muh. Nur Muslim, S.Pd, P.Mdy., juga mengingatkan bahwa keilmuan Tapak Suci harus terus direstorasi agar tidak ada pelatih cabang yang tertinggal. Ia menegaskan bahwa latihan cabang tidak boleh hanya berfokus pada kejuaraan, tetapi juga harus menjadi wadah regenerasi kader. Jangan hanya semangat latihan karena mau ikut kejuaraan tapi lupa dengan keilmuan perguruan sendiri.
Latihan kali ini dihadiri oleh salah satu pendekar dari Pimda Gowa serta perwakilan cabang dari berbagai cabang seperti : Unismuh, UIN, Manggala, Makassar, Parang Tambung, hingga Ponpes Darul Aman. Kehadiran cabang-cabang ini menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga kesinambungan keilmuan dan memperkuat jaringan kader Tapak Suci di Kota Makassar. *Art*




br






br
br






br
br
br