BugisPos,Maros – Proses revalidasi UNESCO Global Geopark (UGGp) Maros-Pangkep tidak hanya menjadi penentu keberlanjutan status sebagai geopark kelas dunia, tetapi juga momentum untuk memperkuat tata kelola kawasan agar semakin profesional dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Direktur Sumber Daya Energi, Mineral, dan Pertambangan Kementerian PPN/Bappenas, Togu Santoso Pardede, saat mendampingi tim asesor UNESCO dalam rangkaian revalidasi Geopark Maros-Pangkep, Selasa (28/7).
Menurut Togu, Bappenas sebagai Sekretariat Komite Nasional Geopark Indonesia berkomitmen mendukung penuh proses revalidasi sekaligus penguatan pengelolaan Geopark Maros-Pangkep.
“Kita harus mensyukuri Maros ini sebagai anugerah Tuhan. Kawasan ini luar biasa dan telah diakui dunia karena memiliki warisan geologi, warisan budaya, dan keanekaragaman hayati yang sangat bernilai,” kata Togu.
Ia mengungkapkan, tim asesor UNESCO memberikan apresiasi terhadap kekayaan kawasan Maros-Pangkep yang memadukan bentang alam karst, keanekaragaman hayati endemik, hingga tradisi budaya masyarakat yang masih terpelihara.
Menurutnya, perpaduan unsur geologi (geo), keanekaragaman hayati (bio), dan budaya (culture) menjadi kekuatan utama Geopark Maros-Pangkep yang tidak banyak dimiliki kawasan lain di dunia.
Togu menegaskan, kehadiran asesor UNESCO bukan semata-mata untuk menentukan layak atau tidaknya status UNESCO Global Geopark dipertahankan. Lebih dari itu, tim asesor akan memberikan berbagai rekomendasi sebagai bahan pembenahan pengelolaan kawasan.
“Kami berharap mendapat banyak masukan dari tim asesor UNESCO agar tata kelola Maros-Pangkep semakin profesional dan memenuhi standar internasional,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi yang ditunjukkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Maros dan Pangkep, akademisi, komunitas, serta masyarakat dalam menjaga kawasan geopark.
“Kunci geopark adalah pemahaman, komitmen, dan kolaborasi semua pihak. Pemerintah, akademisi, swasta, dan masyarakat harus terus berjalan bersama. Maros-Pangkep ini memiliki potensi yang luar biasa,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Maros Chaidir Syam menegaskan keberhasilan mempertahankan status UNESCO Global Geopark bergantung pada komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian kawasan.
“Yang paling utama adalah komitmen bersama untuk menjaga kawasan geopark ini. Jika kawasan tetap terpelihara, maka pengelolaannya akan semakin baik dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” kata Chaidir.
Ia mengakui perubahan pola pengelolaan maupun perilaku masyarakat membutuhkan proses yang bertahap. Karena itu, berbagai masukan dari Bappenas, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan tim asesor UNESCO akan menjadi acuan dalam menyempurnakan tata kelola Geopark Maros-Pangkep.
“Kita tidak bisa mengubah kultur masyarakat secara instan. Namun seluruh masukan dari Bappenas, pemerintah provinsi, dan asesor UNESCO menjadi pelajaran penting untuk terus melakukan perbaikan,” ujarnya.
Chaidir menambahkan, salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Maros ke depan adalah memastikan keberadaan UNESCO Global Geopark memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat melalui penguatan peran pelaku UMKM, pengembangan pariwisata berkelanjutan, serta peningkatan keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan kawasan.(din)













