Sulsel

Roti Maros Salenrang: Padukan Strategi Bisnis Rest Area, Aksi Sedekah, dan Potensi Geopark

×

Roti Maros Salenrang: Padukan Strategi Bisnis Rest Area, Aksi Sedekah, dan Potensi Geopark

Sebarkan artikel ini
Pemilik Roti Maros Salenrang, Muhammad Reski. Foto (BP)

BugisPos, Maros – Berada di jalur kawasan Geopark Maros-Pangkep, Roti Maros Salenrang tidak hanya hadir sebagai pusat oleh-oleh khas daerah, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi warga lokal.

Berlokasi di Desa Salenrang, Kabupaten Maros, usaha yang dipelopori oleh Muhammad Reski ini sukses memadukan konsep rest area modern dengan misi sosial dan pemberdayaan masyarakat desa.

​Pemilik Roti Maros Salenrang, Muhammad Reski, mengungkapkan bahwa pemilihan nama usahanya disengaja untuk mempopulerkan nama Desa Salenrang ke tingkat yang lebih luas.

​”Nama desa di sini adalah Desa Salenrang. Kami ingin bagaimana caranya mempopulerkan kampung halaman sendiri, karena di sini tempat tinggal kami. Harapannya, nama Salenrang semakin dikenal dan membawa kebaikan bagi warga di sini,” ujar Reski.

​Berbeda dari outlet oleh-oleh tradisional yang umumnya berkonsep ruko, Roti Maros Salenrang hadir dengan inovasi baru sejak pertengahan 2022 pasca-pandemi COVID-19.

Terinspirasi dari rest area di Pulau Jawa, Reski memelopori konsep one-stop service di Maros dengan menyediakan fasilitas gazebo, area parkir luas, tempat makan, hingga sarana ibadah.

Konsep ini dirancang untuk menjawab kebutuhan wisatawan dan pengendara yang membutuhkan tempat rehat serba ada di tengah keterbatasan waktu perjalanan.

​Tak hanya unggul dari segi konsep rest area, lokasi ini juga terkenal dengan aksi sosialnya. Roti Maros Salenrang menyediakan fasilitas kopi, teh, dan roti gratis selama 24 jam tanpa henti yang diperuntukkan bagi siapa saja yang singgah, tanpa membedakan pelanggan maupun pengunjung biasa.

​”Filosofinya adalah memberikan pengalaman (experience) yang berkesan bagi siapa pun yang mampir. Selain itu, ini adalah bentuk sedekah harian kami. Setiap roti, kopi, atau teh habis, langsung diisi kembali,” tambah Reski.

Outlet Roti Maros Salenrang juga menjadi titik penjualan (point of sale) bagi berbagai produk UMKM binaan Geopark Maros-Pangkep. Para pelaku UMKM lokal dibebaskan dari biaya sewa tempat dan dibimbing untuk memenuhi standar kualitas rasa serta kemasan agar layak bersaing di pasar nasional.

​Penetapan kawasan Maros-Pangkep sebagai UNESCO Global Geopark juga memberikan dampak positif terhadap peningkatkan eksposur dan jumlah pengunjung ke outletnya.

​”Pengakuan Geopark dan keterlibatan media nasional membuat brand kami makin dipercaya. Banyak wisatawan yang mencari tahu tentang Geopark, lalu berkunjung ke Salenrang. Harapan kami, keberadaan Roti Maros Salenrang terus membawa manfaat nyata bagi ekonomi warga lokal,” tutup Reski.(din)