Pos Sulbar

RSUD Sulbar Perkuat ki Kompetensi Nakes melalui Seminar Sterilitas dan Pengendalian Infeksi

×

RSUD Sulbar Perkuat ki Kompetensi Nakes melalui Seminar Sterilitas dan Pengendalian Infeksi

Sebarkan artikel ini

Bugispos, Mamuju – Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan memperkuat budaya keselamatan pasien, RSUD Provinsi Sulawesi Barat melalui Unit Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) menyelenggarakan Seminar Kesehatan Internal bertema “Konsep Sterilitas dan Upaya Pengendalian Infeksi” pada Selasa (21/7/2026) di Ruang Rapat Perencanaan RSUD Provinsi Sulawesi Barat.

Kegiatan ini sejalan dengan Panca Daya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, khususnya pada aspek membangun SDM yang unggul dan berkarakter. Melalui seminar ini, RSUD Provinsi Sulbar terus berkomitmen meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan guna menghadirkan pelayanan yang lebih aman, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Seminar diikuti oleh 102 peserta, terdiri dari 61 peserta luring dan 41 peserta daring melalui Zoom. Peserta berasal dari tenaga kesehatan dan pegawai RSUD Provinsi Sulawesi Barat.

Hadir sebagai narasumber dr. Riko Febrian Kunta Adjie, Sp.OT dengan moderator Syaharuddin. Materi yang disampaikan membahas konsep sterilitas, penerapan standar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), serta upaya mencegah Healthcare Associated Infections (HAIs) sebagai bagian dari peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.

Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dr. Musadri Amir Abdullah, mengajak seluruh peserta mengikuti seminar dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di unit kerja masing-masing. Menurutnya, penerapan sterilitas dan pengendalian infeksi merupakan tanggung jawab bersama seluruh tenaga kesehatan dalam mewujudkan pelayanan yang berkualitas dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Selain itu dr. Musadri juga mengatakan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kesehatan harus dilakukan secara berkelanjutan agar kualitas pelayanan rumah sakit terus meningkat. Menurutnya, pemahaman terhadap konsep sterilitas dan penerapan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) merupakan bagian penting dalam menciptakan pelayanan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

“Keselamatan pasien dimulai dari kedisiplinan seluruh tenaga kesehatan dalam menerapkan prinsip-prinsip sterilitas dan pengendalian infeksi. Karena itu, saya berharap ilmu yang diperoleh melalui seminar ini tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi benar-benar diterapkan dalam pelayanan sehari-hari sehingga mampu meningkatkan mutu layanan RSUD Provinsi Sulawesi Barat,” ujar dr. Musadri.

Ia juga berharap, seminar kesehatan internal dapat diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai sarana pengembangan kompetensi SDM. Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat melibatkan tenaga kesehatan dari rumah sakit lain di tingkat regional bahkan masyarakat sebagai bagian dari edukasi kesehatan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Provinsi Sulawesi Barat, Soleman Manggeng mengapresiasi penyelenggaraan seminar dan berharap kegiatan serupa menjadi agenda rutin dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga kesehatan serta mutu pelayanan rumah sakit.

Seminar berlangsung interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan pengalaman yang dibagikan, yang menjadi masukan berharga bagi manajemen RSUD Provinsi Sulawesi Barat untuk terus memperkuat implementasi PPI dan melakukan perbaikan berkelanjutan di setiap unit pelayanan.

Melalui kegiatan ini, RSUD Provinsi Sulawesi Barat kembali menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi SDM, memperkuat budaya keselamatan pasien, serta menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih profesional, berkualitas, aman, dan sesuai standar.(*)