Advertorial

Sinergi dan Integritas: Muskab HAKLI Maros 2025 Sebagai Langkah Menuju Kesehatan Lingkungan yang Lebih Baik

103
×

Sinergi dan Integritas: Muskab HAKLI Maros 2025 Sebagai Langkah Menuju Kesehatan Lingkungan yang Lebih Baik

Sebarkan artikel ini
HAKLI

BugisPos | Maros  —  Musyawarah Kabupaten (Muskab) Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Kabupaten Maros yang digelar pada Jumat (24/10/2025) dengan tema “Membangun Sinergi dan Integritas melalui Aktivasi Anggota untuk Kesehatan Lingkungan yang Lebih Baik” bukan hanya sekadar acara pergantian kepengurusan. Lebih jauh, kegiatan yang diadakan di Ballroom Warkop Al Fayyadh Maros dan dihadiri oleh Tenaga Sanitasi Lingkungan (TSL) dari berbagai lembaga kesehatan se-Kabupaten menjadi bukti pentingnya peran organisasi profesi dalam merespons tantangan kesehatan lingkungan di masa kini.

Sebagai “rumah besar bagi seluruh sanitarian” seperti yang dinyatakan Ketua Panitia Andi Masnah Azis, SKM, HAKLI memiliki peran krusial dalam menyatukan tenaga yang bekerja di bidang kesehatan lingkungan. Kehadiran TSL dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, RSUD dr. La Palaloi, dan RSAU dr. Dody Sardjoto dalam acara ini menunjukkan bahwa sinergi antar lembaga bukan hanya kata-kata, tetapi menjadi kebutuhan nyata. Tanpa kolaborasi, upaya meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan akan sulit mencapai target, terutama dalam menghadapi masalah yang melibatkan berbagai aspek, seperti sanitasi makanan, air bersih, dan pengelolaan limbah.

Penyampaian sambutan oleh Ketua HAKLI Maros periode 2020–2025, Imran Haris, yang mengakui keterbatasan kegiatan masa lalunya, menunjukkan integritas yang tinggi. Pengakuan ini bukan tanda kelemahan, melainkan landasan untuk pengurus baru agar lebih berani mengembangkan ide-ide segar dan melanjutkan tongkat estafet dengan semangat yang lebih kuat. Hal ini sejalan dengan harapan bahwa organisasi profesi harus terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Pentingnya peran sanitarian juga ditegaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Maros, dr. H. Muhammad Yunus, terutama dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kehadiran TSL dalam membantu Satuan Penyelenggara Pemberian Makanan (SPPG) memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) adalah bukti bahwa profesi ini memiliki kontribusi langsung pada kesejahteraan masyarakat, terutama anak-anak. Tanpa kontrol sanitasi yang baik, program MBG berisiko gagal karena potensi terjadinya penyakit menular melalui makanan.

Selain itu, pesan dari Ketua HAKLI Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Syamsuddin S., mengenai kesiapan tenaga sanitarian menghadapi re-sertifikasi untuk memperoleh Surat Izin Praktik (SIP) dan menjalin kemitraan dengan SPPG, menunjukkan bahwa profesi ini harus terus meningkatkan kompetensi. Re-sertifikasi bukan hanya formalitas, melainkan cara untuk memastikan bahwa sanitarian selalu menguasai pengetahuan dan keterampilan terbaru dalam menangani risiko kesehatan lingkungan.

Pemilihan Budiyanto, SKM sebagai Ketua dan Hj. Nurhawa, SKM., M.Kes sebagai Sekretaris HAKLI Maros periode selanjutnya melalui proses demokratis menjadi titik terpenting dalam acara ini. Kepengurusan baru diharapkan mampu membawa organisasi menjadi wadah profesional yang produktif, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan kompetensi serta kesejahteraan anggota. Dengan sinergi yang kuat, integritas yang tinggi, dan aktivasi anggota yang optimal, HAKLI Maros diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar dalam menciptakan kesehatan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat Maros.

Muskab HAKLI Maros 2025 adalah langkah penting yang menunjukkan komitmen organisasi profesi dalam merespons tantangan kesehatan lingkungan. Melalui sinergi antar lembaga, integritas pemimpin, dan peningkatan kompetensi anggota, HAKLI Maros memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam upaya menciptakan masyarakat yang sehat dan berkelanjutan.