Bulukumba

Tauwwa Lapas Bulukumba Bentuk Kelompok Belajar Pendidikan Kesetaraan

×

Tauwwa Lapas Bulukumba Bentuk Kelompok Belajar Pendidikan Kesetaraan

Sebarkan artikel ini

BugisPos, Bulukumba – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bulukumba bekerja sama dengan PKBM Nadya membentuk Kelompok Belajar (Pokjar) Program Pendidikan Kesetaraan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang belum menyelesaikan pendidikan formal.

Program ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian di bidang pendidikan sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan.

Berdasarkan hasil pendataan, sebanyak 21 warga binaan memenuhi persyaratan dan ditetapkan sebagai peserta kelompok belajar. Kegiatan diawali dengan pendataan peserta, pembentukan Pokjar, serta penyampaian mekanisme pembelajaran yang akan dilaksanakan secara bertahap sesuai kurikulum pendidikan kesetaraan.

Kepala Lapas Kelas IIA Bulukumba, H. Mansur, menegaskan  pendidikan merupakan hak yang harus tetap dipenuhi sebagai bekal warga binaan saat kembali ke masyarakat.

“Pendidikan adalah investasi masa depan. Melalui program ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk meningkatkan pengetahuan, memperoleh ijazah pendidikan kesetaraan, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik dan siap berintegrasi kembali dengan keluarga maupun masyarakat,” ujar H. Mansur.

Ketua PKBM Nadya, Fatmawati Umboh, mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan Lapas Bulukumba dalam menghadirkan layanan pendidikan bagi warga binaan.

“Kami berharap program ini dapat memberikan motivasi kepada warga binaan untuk terus belajar dan menyelesaikan pendidikan kesetaraan. Ijazah yang diperoleh nantinya diharapkan menjadi bekal berharga untuk membuka peluang yang lebih baik setelah mereka kembali ke tengah masyarakat,” ungkap Fatmawati Umboh.

Melalui kerja sama ini, Lapas Bulukumba berkomitmen menghadirkan pembinaan yang berkelanjutan dan berkualitas. Proses pembelajaran akan dilaksanakan sesuai jadwal yang telah disusun bersama PKBM Nadya serta dievaluasi secara berkala agar memberikan manfaat optimal bagi warga binaan dalam mendukung keberhasilan reintegrasi sosial.-(*)

Editor Suaedy