BugisPos, Wajo — Upaya Dinas Perikanan Kabupaten Wajo melakukan restocking ribuan bibit ikan di Danau Tempe pada Jumat (5/12/2025) bukan sekadar kegiatan rutin tahunan. Ini adalah ikhtiar besar yang sarat makna, sebuah pesan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam melihat menurunnya produktivitas perikanan tangkap di kawasan yang pernah menjadi pusat kejayaan ikan air tawar Sulawesi Selatan.
Kegiatan restocking yang dirangkaikan dengan Manre Sipulung tersebut menjadi simbol harapan baru bagi ribuan nelayan yang menggantungkan hidupnya pada Danau Tempe. Dalam beberapa tahun terakhir, keluhan tentang berkurangnya hasil tangkapan semakin sering terdengar. Ekosistem yang tertekan, perubahan iklim, dan tekanan aktivitas manusia membuat Danau Tempe tidak lagi seproduktif dulu. Karena itu, langkah pemerintah bukan hanya penting—tapi mendesak.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Wajo, Drs. Andi Cakunu, menegaskan bahwa restocking ini merupakan bagian dari program strategis untuk meningkatkan produksi perikanan tangkap sekaligus mengembalikan kejayaan Danau Tempe yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Wajo.
“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk implementasi program peningkatan produksi perikanan tangkap di Kabupaten Wajo, khususnya di Danau Tempe. Program ini juga merupakan bagian dari visi kerja Bupati Wajo yang berkomitmen mengembalikan kejayaan Danau Tempe,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan anggaran, komitmen pemerintah daerah patut diapresiasi. Tidak banyak daerah yang masih konsisten mengalokasikan perhatian untuk keberlanjutan ekosistem perairan, apalagi ketika efisiensi anggaran sedang menjadi kebijakan nasional. Namun Pemkab Wajo memilih untuk tetap hadir bagi nelayan—sebuah keputusan moral, bukan hanya administratif.
Restocking kali ini juga menyasar jenis-jenis ikan lokal yang mulai langka, sebuah langkah yang menunjukkan bahwa pemerintah tidak sekadar menebar benih, tetapi turut menjaga keberagaman hayati Danau Tempe. Jenis dan jumlah bibit yang ditebar yaitu:
• Ikan Betok (Oseng): 57.500 ekor
• Ikan Tambakan (Biawan): 12.500 ekor
• Ikan Sepat Siam (Cambang): 12.000 ekor
• Ikan Samelang/Kelling/Lele Lokal: 12.500 ekor
Pemilihan jenis-jenis lokal ini adalah keputusan penting. Ia memberi peluang bagi pemulihan ekosistem secara alami, sekaligus menjamin bahwa hasil tangkapan ke depan tetap sesuai dengan karakter dan kebutuhan masyarakat nelayan setempat.
Bupati Wajo, H. Andi Rosman, S.Sos., M.M., dalam kesempatan tersebut menegaskan harapannya agar restocking ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami berusaha maksimal dan berharap hasil ikan dari Danau Tempe yang sejak dulu dikenal melimpah bisa kembali seperti sediakala. Pemerintah akan selalu hadir untuk masyarakat nelayan,” ujarnya.
Harapan itu bukan tanpa dasar. Dengan dukungan pemerintah, kolaborasi masyarakat, dan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem perairan, Danau Tempe memiliki peluang besar untuk kembali menjadi kolam kehidupan bagi warga Wajo.
Restocking ini bukan akhir dari pekerjaan, melainkan awal dari perjalanan panjang pemulihan ekosistem. Namun langkah pertama yang berani selalu menentukan arah. Dan kali ini, Dinas Perikanan Wajo telah memulainya dengan benar — dengan menghadirkan solusi, bukan sekadar janji. Jika konsistensi ini terus dijaga, bukan mustahil kejayaan Danau Tempe benar-benar bisa kembali.












