Breaking News

Tenun Sutera Sengkang Persit Wajo Tampil Memukau di Ajang Persit Bisa 2026 Jakarta

×

Tenun Sutera Sengkang Persit Wajo Tampil Memukau di Ajang Persit Bisa 2026 Jakarta

Sebarkan artikel ini

BugisPos, Jakarta — Semarak hari pertama kegiatan Persit Bisa 2026 berlangsung meriah di Balai Kartini, Kamis (7/5/2026). Kegiatan yang digelar di Kartika Expo tersebut diawali dengan peringatan HUT Persit Kartika Chandra Kirana, pemberian penghargaan, launching buku 80 Tahun Persit KCK, hingga pembukaan resmi pameran oleh Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming.

Pembukaan pameran menandai dimulainya rangkaian fashion show, pameran karya kreatif, hingga booth UMKM unggulan Persit dari seluruh Indonesia. Antusiasme pengunjung terlihat sejak pagi hari dengan padatnya area pameran yang menampilkan beragam produk kreatif hasil karya anggota Persit.

Di antara deretan booth yang menarik perhatian, UMKM Tenun Sutera Sengkang milik Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIV Dim 1406/Wajo Koorcab Rem 141 PD XIV/Hasanuddin menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung. Keindahan kain tenun khas Sulawesi Selatan yang dipamerkan berhasil memikat para tamu dengan corak tradisional yang elegan dan bernilai budaya tinggi.

Salah satu karya unggulan yang ditampilkan adalah Tenun Sutera Sengkang hasil karya tangan Ibu Masniati, istri dari Sertu Suparto Patopoi. Kain sutera khas Kabupaten Wajo tersebut dikenal memiliki tekstur halus, motif mewah, serta diproduksi menggunakan teknik tradisional yang diwariskan secara turun-temurun oleh para penenun Bugis.

Kehadiran Tenun Sutera Sengkang di ajang nasional ini tidak hanya menjadi bentuk dukungan Persit terhadap pengembangan UMKM, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam melestarikan warisan budaya nusantara agar semakin dikenal luas hingga tingkat nasional.

Melalui ajang Persit Bisa 2026, Persit KCK Cabang XXIV Dim 1406/Wajo menunjukkan komitmennya dalam mendorong kreativitas anggota sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi keluarga prajurit melalui produk lokal berkualitas dan bernilai budaya tinggi.