BugisPos, Wajo _ Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Wajo berlangsung sederhana namun khidmat. Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Wajo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan itu diikuti ribuan guru dan siswa, serta mencatatkan pelaksanaan serentak di 1.000 titik sebagai bentuk partisipasi kolektif masyarakat pendidikan.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Wajo, AD Mayang, menyampaikan ucapan selamat Hardiknas seraya menegaskan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.
“Atas nama pribadi dan lembaga DPRD Kabupaten Wajo, kami mengucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026,” ujarnya.
Menurutnya, peringatan Hardiknas menjadi momentum untuk kembali mengingat peran strategis pendidikan, tidak hanya sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam membentuk karakter dan masa depan generasi bangsa.
Pandangan tersebut sejalan dengan suasana peringatan yang berlangsung penuh makna. Keterlibatan ribuan peserta menunjukkan bahwa semangat terhadap dunia pendidikan masih terjaga dengan baik di tengah masyarakat. Ini menjadi modal sosial yang penting dalam mendorong kemajuan pendidikan ke depan.
Meski demikian, Sekretaris Komisi IV DPRD Wajo, Feri Surachmat, mengingatkan bahwa masih terdapat sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian bersama. Ia menyinggung persoalan angka putus sekolah, harapan lama sekolah, serta pemerataan akses pendidikan yang masih menjadi tantangan.
Peringatan Hardiknas yang berjalan khidmat dan partisipatif, menurutnya, patut diapresiasi. Namun, ia berharap semangat tersebut dapat terus diarahkan secara bertahap pada upaya yang lebih substansial, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan.
“Bagaimanapun, ini menjadi tanggung jawab bersama, khususnya Dinas Pendidikan, agar kualitas pendidikan di Wajo terus meningkat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mendukung pendidikan, termasuk memastikan anak-anak memperoleh akses pendidikan minimal sembilan tahun sebagai bagian dari komitmen bersama.
Dalam konteks ini, Hardiknas tidak hanya dimaknai sebagai peringatan tahunan, tetapi juga sebagai ruang refleksi yang halus dan berkelanjutan. Semangat yang terbangun melalui kegiatan seremonial kiranya dapat menjadi pijakan untuk memperkuat langkah-langkah nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Dengan pendekatan yang bertahap dan kolaboratif, harapan akan terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan merata di Kabupaten Wajo bukanlah sesuatu yang jauh. Hardiknas pun pada akhirnya menemukan maknanya, bukan hanya dalam perayaan, tetapi dalam perubahan yang dirasakan secara nyata oleh generasi penerus.












