Makassar

Tabe Puang, PGRI Sulsel & Panitia Porsenijar 2026 Minta Petunjuk Gubernur 

×

Tabe Puang, PGRI Sulsel & Panitia Porsenijar 2026 Minta Petunjuk Gubernur 

Sebarkan artikel ini

BugisPos, Makassar — Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sulawesi Selatan bersama Panitia Lokal Pekan Olahraga Seni dan Pembelajaran (Porsenijar) 2026 Kabupaten Sidrap melakukan audiensi dengan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Selasa [12/5/2026].

Rombongan yang dipimpin Ketua PGRI Sulsel Prof Hasnawi Haris diterima langsung oleh gubernur di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar.

 

Turut mendampingi sejumlah pengurus dan panitia Porsenijar 2026, di antaranya Dr. Abdi, S.Pd., M.Pd. selaku sekretaris umum, Dr. Basri, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Andi Ibrahim selaku wakil ketua, Dr. Muliono Caco selaku wakil sekretaris umum, Dra. Hendriati Sabir selaku bendahara, Drs. Suryadi selaku sekretaris panitia Porsenijar provinsi, Drs. Muslimin selaku ketua panitia Porsenijar lokal, Ridwan, S.Pd. selaku ketua Media Center Sidrap, Dr. Yahya Mustafa dari bidang infokom, Nuraeni Amir, S.Pd. dari bidang keanggotaan PGRI Sulsel, serta jajaran pengurus dan panitia lainnya.

 

Dalam arahannya, Gubernur Sulsel menyampaikan sejumlah poin penting. Salah satunya, jadwal pembukaan Porsenijar 2026 yang semula direncanakan pada 1 Juli 2026 diundur menjadi 2 Juli 2026.

 

Andi Sudirman juga berpesan agar cabang olahraga yang dipertandingkan benar-benar merupakan olahraga yang menuntut gerak dan aktivitas fisik, sehingga para guru yang bertanding dapat memperoleh manfaat kesehatan.

 

Adik Menteri Pertanian itu juga menekankan bahwa cabang seni harus mampu menumbuhkan karakter yang baik. Sementara itu, pada cabang pembelajaran, ia meminta agar materi yang dipertandingkan dapat meningkatkan kompetensi guru di Sulsel.

 

Menurutnya, yang terpenting dari seluruh rangkaian kegiatan adalah Porsenijar 2026 tidak boleh mengganggu proses belajar-mengajar di sekolah. Ia bahkan berjanji akan menyinkronkan pembukaan kegiatan tersebut dengan agenda Anti Mager Pemprov Sulsel.

 

Sekretaris Umum PGRI Sulsel Dr. Abdi menjelaskan, audiensi ini selain untuk mengundang langsung Gubernur Sulsel hadir pada pembukaan Porsenijar 2026 di Sidrap, juga bertujuan meminta petunjuk sekaligus menyamakan jadwal pelaksanaan.

 

“Apa-apa yang menjadi petunjuk dan arahan Gubernur akan kami bawa dalam rapat panitia Porsenijar 2026 di Sidrap untuk diputuskan melalui pleno dan dapat menjadi rujukan kegiatan,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, permintaan penyesuaian jadwal itu sejalan dengan agenda gubernur yang pada 1 Juli 2026 telah dijadwalkan menghadiri peringatan Hari Bhayangkara.

 

“Namun ada yang menarik, yang menjadi usulan Pak Gubernur dan akan kita bicarakan di rapat nanti, yaitu pada pembukaan Porsenijar 2026 akan dijadwalkan waktunya bersamaan dengan acara Anti Mager Pemprov Sulsel. Ini tentunya jadi menarik,” pungkasnya.

 

Senada, Wakil Ketua PGRI Sulsel Dr. H. Basri menyampaikan bahwa gagasan Gubernur Sulsel untuk menyandingkan pembukaan Porsenijar PGRI Sulsel dengan kegiatan Anti Mager Pemprov Sulsel menjadi ide yang menarik.

 

“Tentu acara ini akan dihadiri oleh ratusan ribu peserta, bukan hanya pesta bagi para guru, tetapi juga pesta bagi seluruh warga Sulsel,” tandasnya.