Pos Sulbar

Terpilih Aklamasi di Musda V, Ini Tugas Pertama dari Sekjen Demokrat untuk Suhardi Duka

×

Terpilih Aklamasi di Musda V, Ini Tugas Pertama dari Sekjen Demokrat untuk Suhardi Duka

Sebarkan artikel ini

Bugispos, Mamuju – Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, menyampaikan bahwa Surat Keputusan (SK) resmi terkait kepengurusan hasil Musyawarah Daerah (Musda) V Demokrat Sulawesi Barat (Sulbar) akan segera diterbitkan oleh Ketua Umum.

Sembari menunggu keputusan definitif tersebut, Suhardi Duka yang kembali terpilih secara aklamasi sebagai calon tunggal, dipersilakan untuk mulai menyusun tim formatur dan kepengurusan yang baru.

“Mudah-mudahan SK dari Ketua Umum bisa terbit lebih cepat. Sambil menunggu, kami persilakan Pak Suhardi Duka untuk mulai mempersiapkan formatur dan menyusun kepengurusan. Saya melihat jalannya sudah mulus, tinggal menunggu keputusan definitif saja,” ujar Herman Khaeron, Minggu (24/5/2026).

Herman menambahkan, selama masa demisioner ini, seluruh urusan administratif tingkat daerah tetap berjalan dan dapat dikoordinasikan melalui Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK).

Selain membahas dinamika internal Sulbar, Herman juga memaparkan sejumlah agenda besar partai. Salah satu yang terdekat adalah rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat.

“Dua puluh lima tahun adalah perjalanan yang penuh suka dan duka. Kami akan memperingatinya dengan khidmat. Bukan dengan pesta pora, melainkan menjadikannya momentum refleksi atas perjalanan partai dan langkah strategis ke depan,” tuturnya.

Sebagai bagian dari refleksi tersebut, Demokrat berkomitmen memperkuat sistem kaderisasi melalui pendidikan politik yang konsisten sesuai AD/ART partai. Herman menjelaskan, struktur kaderisasi Demokrat kini dibagi menjadi tiga jenjang utama.

1. Kader Muda: Tingkat dasar pembinaan.

2. Kader Madya: Tingkat menengah untuk penguatan kapasitas.

3. Kader Utama: Strata tertinggi dalam struktur kaderisasi partai.

“Semua kader harus memiliki jenjang pendidikan yang jelas,” tegas Herman. Untuk mendukung ekosistem ini, Demokrat telah menyiapkan berbagai instrumen internal, mulai dari lembaga pendidikan dan pelatihan, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Akademi Partai Demokrat, hingga Institut Partai Demokrat.

Langkah penguatan kaderisasi ini, lanjut Herman, juga selaras dengan hasil evaluasi yang dilakukan pemerintah bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terhadap partai politik di Indonesia.

“Rekomendasi dari evaluasi tersebut meminta adanya koreksi mayor pada sistem pengaderan dan kekuatan partai. Karena itu, kami sedang menyusun Peraturan Organisasi (PO) baru sebagai panduan konkret bagi seluruh pengurus di daerah,” jelasnya.

Melalui penataan organisasi dan sistem kaderisasi yang lebih terukur, Herman optimistis Demokrat akan tumbuh menjadi partai yang jauh lebih modern.

“Insya Allah, dalam periode kepengurusan ke depan, Demokrat mampu mewujudkan cita-cita bersama menjadi partai modern yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” pungkas Herman, menutup sambutannya dengan ucapan selamat kepada Suhardi Duka atas kepemimpinan barunya di Sulbar.(*)