BugisPos, Bulukumba – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulukumba, Mansur, menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, dipimpin Bupati HA.Muchtar Ali Yusuf , Selasa (30/6), di Ruang Pertemuan Kahayya Lantai IV Gedung Pinisi.
Rapat koordinasi tersebut diikuti unsur Forkopimda, kepala OPD, camat se-Kabupaten Bulukumba, pimpinan BUMN/BUMD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk mewujudkan perlindungan perempuan dan anak yang komprehensif, terpadu, dan berkelanjutan.
Agenda rapat membahas penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) lintas sektor, pembagian peran dan tanggung jawab masing-masing instansi, serta persiapan pelaksanaan pembacaan amanat seragam Bupati pada hari pertama masuk sekolah jenjang SMP dan SMA/sederajat sebagai bagian dari kampanye pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kepala Lapas Kelas IIA Bulukumba, Mansur, menegaskan komitmen jajarannya untuk mendukung program tersebut melalui pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.
“Lapas Bulukumba siap berkontribusi melalui program pembinaan kepribadian, penyuluhan hukum, pembinaan mental dan spiritual, serta penguatan nilai-nilai moral kepada warga binaan. Kami juga berkomitmen membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak serta menyiapkan warga binaan agar kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang bertanggung jawab,” ujar Mansur.
Menurutnya, pemasyarakatan memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran hukum dan mencegah terjadinya pengulangan tindak pidana melalui pembinaan yang berkelanjutan dan berorientasi pada rehabilitasi.
Melalui keikutsertaan dalam rapat koordinasi ini, Lapas Kelas IIA Bulukumba menegaskan dukungannya terhadap program Pemerintah Kabupaten Bulukumba sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah perempuan dan anak, serta mewujudkan penyelenggaraan pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan humanis.-(*)
Editor Suaedy












