BugisPos, Takalar — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar mulai menyiapkan peluang bagi generasi muda daerah untuk menembus pasar kerja internasional, khususnya di Jepang. Salah satu peluang yang dibahas adalah kebutuhan tenaga pengemudi di Jepang yang diproyeksikan mencapai 1.000 orang dalam tiga tahun ke depan.
Pembahasan tersebut dilakukan Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama Penanggung Jawab LPK Yayasan Shin Indonesia Sulawesi Selatan, Alimin Badabi, beserta jajaran pengurus, di Hotel Mercure, Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Kamis (24/9/2026) malam.
Pertemuan itu tidak hanya membahas peluang penempatan tenaga kerja, tetapi juga kesiapan calon pekerja sebelum diberangkatkan ke Jepang. Aspek yang dibahas meliputi keterampilan mengemudi, kelengkapan administrasi, pembekalan, kemampuan berbahasa Jepang, serta pemahaman budaya dan etika kerja.
Daeng Manye menegaskan, kesempatan bekerja di luar negeri harus diikuti persiapan yang matang agar calon pekerja benar-benar memiliki kompetensi dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
“Yang paling penting adalah memastikan anak-anak kita benar-benar siap. Mereka harus memiliki keterampilan, memahami budaya kerja, menguasai bahasa, serta memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan,” ujar Daeng Manye.
Untuk mendukung persiapan tersebut, Pemkab Takalar membahas rencana menghadirkan pusat kursus bahasa Jepang dan pelatihan mengemudi di Takalar. Pemerintah daerah juga menjajaki kerja sama antara lembaga pelatihan, pihak penanganan penempatan tenaga kerja ke Jepang, dan pemerintah daerah agar proses pembekalan hingga penempatan berjalan lebih terarah.
Sebelumnya, Pemkab Takalar telah mengumumkan kerja sama dengan SIN Indonesia untuk program pendidikan dan pelatihan pemuda yang akan mengikuti program magang di Jepang. Dalam program tersebut, Pemkab menargetkan satu pemuda atau pemudi dari setiap desa untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan sebelum diberangkatkan.
Pemkab Takalar juga menyiapkan skema “1 Desa 1 Pemuda”, yaitu memberi kesempatan kepada pemuda dari setiap desa untuk mengikuti pelatihan sebagai persiapan bekerja atau mengikuti program ke Jepang. Biaya pelatihan direncanakan ditanggung pemerintah daerah.
Pemuda yang berminat diarahkan untuk berkoordinasi dan mendaftarkan diri melalui pemerintah desa masing-masing. Langkah ini diharapkan memperluas akses anak muda Takalar terhadap pengalaman dan keterampilan tingkat internasional.




br






br
br






br
br
br