Wajo

DLH Wajo Raih TOP 1 Inovasi Daerah, Wajo Green Pest Ubah Limbah Ubi Kayu Jadi Cairan Anti Rayap

×

DLH Wajo Raih TOP 1 Inovasi Daerah, Wajo Green Pest Ubah Limbah Ubi Kayu Jadi Cairan Anti Rayap

Sebarkan artikel ini

BugisPos, Wajo – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan TOP 1 Inovasi Daerah dari 51 inovasi yang berkompetisi dalam ajang Penganugerahan Penghargaan Kompetisi Inovasi Daerah Kabupaten Wajo. Rabu (4/11/2026)

Penghargaan tersebut diraih melalui inovasi unggulan bertajuk Wajo Green Pest, yakni pengembangan cairan anti rayap berbahan dasar limbah ubi kayu. Inovasi ini menjadi bukti nyata kreativitas dan komitmen DLH Kabupaten Wajo dalam mendorong pemanfaatan limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan manfaat bagi masyarakat.

Advertisement

Wajo Green Pest merupakan hasil kreativitas dan pengembangan salah satu staf DLH Kabupaten Wajo, Dr. Samsudariadi, S.T., M.T., selaku inovator.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal B., S.T., M.M., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran DLH untuk terus meningkatkan kreativitas dan melahirkan inovasi yang berdampak positif.

“Alhamdulillah, DLH Kabupaten Wajo kembali mendapatkan penghargaan. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus melahirkan inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, inovasi Wajo Green Pest merupakan salah satu upaya kreatif dalam mengoptimalkan potensi limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Melalui inovasi tersebut, limbah ubi kayu yang berpotensi menjadi persoalan lingkungan dikembangkan menjadi bahan dasar pembuatan cairan anti rayap. Pendekatan ini sejalan dengan semangat pengelolaan lingkungan yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan limbah, tetapi juga mendorong terciptanya nilai tambah dari sumber daya yang tersedia.

Andi Fakhrul Rijal juga menyampaikan apresiasi kepada Dr. Samsudariadi serta seluruh jajaran DLH Kabupaten Wajo yang telah berkontribusi dalam melahirkan dan mengembangkan inovasi tersebut.

“Harapan kami, inovasi ini tidak berhenti hanya pada penghargaan, tetapi dapat terus dikembangkan, dimanfaatkan, dan menjadi inspirasi bagi lahirnya inovasi-inovasi lainnya. Kami ingin membuktikan bahwa limbah bukan hanya persoalan, tetapi juga memiliki potensi untuk diolah menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat,” tambahnya.

Capaian TOP 1 Inovasi Daerah ini menjadi tambahan prestasi sekaligus pengakuan atas kreativitas dan kerja nyata jajaran DLH Kabupaten Wajo dalam menghadirkan solusi inovatif di bidang lingkungan hidup.

Ke depan, DLH Kabupaten Wajo berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan inovasi, meningkatkan pemanfaatan limbah, serta memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui semangat kolaborasi dan inovasi, DLH Wajo berharap semakin banyak potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi solusi bagi persoalan lingkungan.

DLH Wajo: Terus Berinovasi, Mengolah Limbah Menjadi Manfaat, Menuju Wajo Bersih, Sehat, dan Hijau. (rs)

br
brbr
brbrbr