BugisPos, Gowa – Keberhasilan Geopark Maros-Pangkep mempertahankan status UNESCO Global Geopark (UGGp) melalui perolehan Green Card menjadi awal bagi pengelola untuk memperkuat kualitas tata kelola kawasan. Sejumlah rekomendasi UNESCO masih harus ditindaklanjuti agar pengelolaan geopark semakin berkelanjutan.
Keputusan tersebut ditetapkan dalam 11th Meeting of the UNESCO Global Geoparks Council di Paris, Prancis, Rabu (4/11/2026). Dengan hasil ini, Geopark Maros-Pangkep dipastikan tetap menyandang status UNESCO Global Geopark untuk empat tahun ke depan.
General Manager Badan Pengelola Maros-Pangkep UNESCO Global Geopark, Dedy Irfan Bachri, mengatakan perolehan Green Card merupakan hasil kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan dalam menindaklanjuti rekomendasi UNESCO sejak 2023.
Menurutnya, pengakuan tersebut menunjukkan bahwa berbagai program pembenahan yang dilakukan pengelola selama beberapa tahun terakhir telah memberikan hasil positif.
“Green Card ini adalah buah dari kerja keras teman-teman semua, dan tentu merupakan hasil kerja tim sejak tahun 2023 sampai dengan saat ini,” ujar Dedy.
Meski berhasil mempertahankan status internasional tersebut, Dedy menegaskan masih terdapat sejumlah rekomendasi yang perlu menjadi perhatian dalam pengembangan Geopark Maros-Pangkep.
Salah satu fokus pembenahan adalah peningkatan kualitas website geopark sebagai sarana penyediaan informasi dan promosi kawasan. Selain itu, penguatan edukasi serta pelatihan teknik interpretasi geopark bagi pengelola dan pemandu wisata juga menjadi pekerjaan yang harus dilanjutkan.
Dari sisi kelembagaan, UNESCO turut merekomendasikan pembenahan struktur manajemen dan penguatan keberlanjutan anggaran. Ketersediaan tenaga geosaintis juga menjadi perhatian untuk mendukung pengelolaan kawasan berbasis ilmu pengetahuan.
Pengembangan kerja sama dengan program Man and the Biosphere (MAB) melalui pengelolaan cagar biosfer serta pengembangan jalur geowisata laut atau marine geotrail turut masuk dalam agenda tindak lanjut.
Dedy berharap, rekomendasi tersebut menjadi acuan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan geopark, bukan sekadar mempertahankan pengakuan UNESCO.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Maros, Pemerintah Kabupaten Pangkep, Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, organisasi perangkat daerah, serta masyarakat dan pengelola geosite yang telah mendukung pengembangan kawasan.
Menurutnya, keberhasilan mempertahankan status UNESCO Global Geopark tidak hanya ditentukan oleh dukungan anggaran, tetapi juga keterlibatan langsung berbagai pihak melalui kontribusi waktu, tenaga, dan pelaksanaan program.
“Intinya ini adalah capaian kita bersama atas seluruh kerja-kerja yang kita laksanakan dan menjadi tonggak baru bagi Geopark Maros-Pangkep untuk empat tahun ke depan,” tutupnya.(dzl)




br






br
br






br
br
br