Headline

Buka Latihan KKRI 2026 di Gowa, Kemhan Tekankan Ancaman Cognitive Warfare

×

Buka Latihan KKRI 2026 di Gowa, Kemhan Tekankan Ancaman Cognitive Warfare

Sebarkan artikel ini
Pembukaan Latihan Bela Negara Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Tingkat I Tahun 2026 di Rindam XIV/Hasanuddin, Jumat (23/10/2026).

BugisPos,Gowa – Sebanyak 290 pelajar SMA di Kabupaten Gowa mengikuti pembukaan Latihan Bela Negara Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Tingkat I Tahun 2026 di Rindam XIV/Hasanuddin, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan karakter kebangsaan dan penguatan kesadaran bela negara bagi generasi muda.

Latihan yang dipusatkan di Rindam XIV/Hasanuddin tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Oktober 2026. Pembukaan kegiatan dilakukan Kepala Pusat Bela Negara Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Parluhutan Marpaung.

Advertisement

Dalam amanat Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Parluhutan menegaskan pentingnya penanaman nilai-nilai dasar bela negara kepada seluruh komponen bangsa, khususnya generasi muda melalui lingkungan pendidikan.

“Pembinaan kesadaran bela negara di lingkup pendidikan merupakan instrumen strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter kebangsaan, tangguh, adaptif, dan siap menghadapi ancaman yang semakin kompleks dan dinamis menuju Indonesia Emas 2045,” demikian amanat yang disampaikan dalam pembukaan latihan.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan bela negara saat ini tidak hanya berkaitan dengan ancaman fisik, tetapi juga ancaman nonfisik yang menyasar pola pikir dan persepsi masyarakat melalui ruang digital.

Salah satu ancaman tersebut adalah cognitive warfare, yakni upaya memengaruhi cara berpikir, persepsi, dan pengambilan keputusan masyarakat melalui arus informasi, manipulasi opini, disinformasi, serta eksploitasi algoritma media digital.

Menurut amanat tersebut, generasi muda menjadi salah satu kelompok yang perlu dibekali kemampuan untuk menghadapi tantangan di ruang informasi dan menjaga ketahanan berpikir di tengah perkembangan teknologi digital.

Melalui latihan KKRI, para peserta diharapkan memahami dan menerapkan lima nilai dasar bela negara, yakni cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta memiliki kesiapan awal bela negara.

Dari total 290 peserta, lima sekolah menengah atas di Kabupaten Gowa mengirimkan siswa dengan jumlah berbeda. SMA 10 Gowa menjadi sekolah dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 116 siswa.

Sementara itu, SMA 21 Gowa mengirimkan 64 siswa, SMA 8 Gowa sebanyak 50 siswa, SMA 14 Gowa sebanyak 38 siswa, dan SMA 1 Gowa sebanyak 22 siswa.

Latihan selama tiga hari tersebut diharapkan menjadi sarana pembentukan kedisiplinan, karakter kebangsaan, dan kesadaran bela negara bagi para pelajar sebagai bagian dari persiapan menghadapi tantangan bangsa di masa mendatang.(dzl)

br
brbr
brbrbr