Ragam Peristiwa

Dialog dan Keterbukaan Jadi Harapan Masyarakat Terkait Rencana Eksplorasi LTJ di Mamuju

×

Dialog dan Keterbukaan Jadi Harapan Masyarakat Terkait Rencana Eksplorasi LTJ di Mamuju

Sebarkan artikel ini

Bugispos, Mamuju – Rencana kegiatan eksplorasi Logam Tanah Jarang (LTJ) oleh PT. Perusahaan Mineral Nasional (PERMINAS) di Desa Botteng dan Desa Takandeang, Kabupaten Mamuju, terus menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah warga berharap seluruh tahapan kegiatan dilakukan secara terbuka melalui forum komunikasi sehingga berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat dapat dijelaskan secara langsung.

Salah seorang warga Desa Botteng, Hasan, mengatakan masyarakat menginginkan adanya penjelasan yang utuh mengenai rencana eksplorasi sebelum kegiatan dilaksanakan.

“Kami berharap perusahaan terus membuka ruang dialog dengan masyarakat. Dengan adanya penjelasan secara langsung, masyarakat dapat memahami tahapan kegiatan dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Rahmat, warga Desa Takandeang. Menurutnya, penyampaian aspirasi melalui musyawarah merupakan langkah terbaik untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Kalau ada hal yang ingin ditanyakan atau disampaikan, lebih baik dibahas bersama melalui forum komunikasi. Dengan begitu, semua pihak dapat saling memahami dan tidak terjadi kesalahpahaman,” katanya.

Kepala Proyek Officer PT. PERMINAS, Eka Jaya Sukmana, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen mengedepankan keterbukaan kepada masyarakat serta siap mengikuti setiap forum komunikasi yang difasilitasi pemerintah maupun pemerintah desa.

“Kami siap memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai rencana kegiatan eksplorasi. Seluruh tahapan akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dan kami berharap komunikasi yang baik dapat terus terjalin dengan seluruh pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Barat, Zulkifli Manggazali, mengimbau agar masyarakat tetap mengedepankan dialog dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Setiap proses akan dilaksanakan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif serta mengutamakan musyawarah dalam menyikapi setiap perbedaan pandangan,” tegasnya.

Melalui komunikasi yang terbuka antara masyarakat, pemerintah, dan pihak perusahaan, diharapkan berbagai aspirasi dapat tersampaikan dengan baik sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Desa Botteng dan Desa Takandeang tetap aman, damai, dan kondusif.(*)