BugisPos, Sidrap — Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Prof. Unifah Rosyidi jatuh hati (ta’kontaki) dengan telur asin asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.
Hal ini disampaikan kepada media, sebelum pulang kembali menuju Makassar selanjutnya ke Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Menurut Prof. Unifah, telur asin Sidrap memiliki cita rasa khas dan tekstur yang membuatnya berbeda dibanding telur asin dari daerah lain.
“Rasanya gurih, kulitnya renyah, dan aromanya khas — saya sangat menyukainya,” ujarnya sembari menyampaikan telah mencicipi telur asin di berbagai daerah di Indonesia.
Kunjungan Prof. Unifah ke Sidrap bertujuan untuk membuka Pekan Olahraga Seni dan Pembelajaran (Porsenijar) pada 2 Juli 2026, sekaligus pelaksanaan program peningkatan kualitas guru dan meninjau program Go Public Fund Education Campaign.
Cita rasa khas dari telur asin Sidrap itu, membuat PB PGRI sering memuji rasa dari telur asin Sidrap diberbagai kesempatan.
Dirangkum dari berbagai sumber menyatakan pengrajin telur asin setempat memproduksi telur asin secara tradisional dengan proses pemasakan dan penggaraman yang diwariskan turun-temurun.
Pujian dari Ketua Umum PB PGRI dipandang sebagai peluang promosi bagi produk unggulan Sidrap.
“Dukungan promosi dari tokoh nasional seperti Prof. Unifah membuka kesempatan memperluas pasar,” ujar salah satu pengurus PGRI.
Ia juga menilai perhatian tokoh nasional terhadap produk lokal membantu mendorong ekonomi desa dan memperkuat citra daerah.
“Ketika figur publik mempromosikan produk khas, itu bukan hanya soal rasa, tetapi juga pengakuan atas nilai budaya dan ekonomi daerah,” jelasnya.
Sejumlah warga Sidrap menyambut baik pujian itu dan berharap kunjungan PB PGRI memberi dampak positif bagi sektor pariwisata dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) setempat.
“Semoga semakin banyak orang tahu telur asin Sidrap, sehingga pengrajin kami bisa berkembang,” kata salah satu ibu rumah tangga,
Prof Unifah Sebut Bupati Sidrap Keren
Sebelumnya Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia atau PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., menghadiri gala dinner bersama jajaran pengurus PGRI 24 kabupaten dan kota se-Sulsel, Ketua PGRI Sulbar, para pengurus PGRI Provinsi Sulsel di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Rabu, 1 Juli 2026, pukul 19.30 WITA.
Dalam gala dinner itu, Prof. Unifah Rosyidi menyampaikan rasa haru dan apresiasi atas penyambutan Pemerintah Kabupaten Sidrap terhadap rombongan PB PGRI, pengurus PGRI Sulsel, serta para guru dari berbagai kabupaten/kota.
Ia mengaku merasa sangat tersanjung dengan penerimaan Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sidrap.
“Saya merasa sangat tersanjung dan sangat diterima oleh Bapak Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif. Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati sangat keren menerima para pengurus PGRI dan anggota PGRI. Sebanyak 76 ribu guru se-Sulsel merasa amat diterima,” ujar Unifah.
Menurutnya, sejak pertama kali tiba di Sidrap, dirinya merasakan penyambutan yang terbuka, hangat, dan menyentuh hati.
Unifah bahkan secara khusus menyebut keramahan tuan rumah yang membuatnya merasa berada di daerah yang sangat dekat dengan para guru.
“Sejak pertama kali tiba di Sidrap, penerimaan Bupati sangat terbuka dan menyentuh hati. Apalagi saya suka telur asin,” katanya disambut suasana akrab peserta gala dinner.
Prof. Unifah juga memuji kepedulian Bupati Sidrap dalam mempersiapkan pelaksanaan Porsenijar PGRI Sulsel 2026.
Menurutnya, Bupati Sidrap tidak hanya memberi dukungan secara seremonial, tetapi juga memperhatikan secara teknis berbagai kebutuhan pelaksanaan kegiatan.
Ia menilai Syaharuddin Alrif sebagai kepala daerah yang sangat peduli, bekerja detail, dan cerdas dalam membaca peluang besar dari pelaksanaan Porsenijar.
“Bupati begitu tinggi kepeduliannya. Beliau memperhatikan secara teknis proses pelaksanaan Porsenijar, melakukan kontrol secara detail, dan beliau sangat cerdas,” ujarnya.
Unifah menyebut keputusan Sidrap menjadi tuan rumah Porsenijar PGRI Sulsel 2026 sebagai pilihan yang sangat strategis.
Menurutnya, kehadiran puluhan ribu guru di Sidrap tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan kompetisi, tetapi juga memberi dampak langsung terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.
Ia menilai, pelaksanaan Porsenijar menjadi momentum besar bagi Sidrap untuk memperkenalkan potensi daerah, termasuk sebagai daerah penghasil beras dan telur.
“Menjadi tuan rumah adalah pilihan yang sangat cerdas. Kehadiran puluhan ribu orang bukan hanya arena berkumpul, tetapi juga membuat ekonomi masyarakat menggeliat. Sosok Bupati Sidrap ini sudah masuk kategori level nasional,” katanya. ***












