BugisPos, Jakarta — Kepemimpinan Indonesia di sektor pertanian kini menjangkau panggung internasional melalui pencapaian swasembada pangan, perluasan pasar ekspor di kawasan regional, serta aksi diplomasi kemanusiaan global.
Hal ini ditegaskan oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, saat menghadiri Muktamar V Wahdah Islamiyah di Aula/Gedung Pertemuan Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Ahad (23/8/2026).
Transformasi pertanian nasional dalam kurun waktu satu tahun berhasil membawa Indonesia mencapai posisi swasembada beras. Di tengah ancaman krisis iklim global dan fenomena El Nino, Indonesia justru mencatatkan rekor cadangan beras nasional sebesar 5,1 juta ton.
Keberhasilan ini membuat Indonesia tidak lagi bergantung pada impor dan mulai mengamankan peran penting dalam rantai pasok pangan kawasan.
Perubahan status ini ditandai dengan dimulainya ekspor beras ke Malaysia serta persiapan penetrasi pasar ke beberapa negara tetangga lainnya seperti Singapura, Timor Leste, dan Papua Nugini.
Peningkatan produksi nasional ini sekaligus mengubah dinamika pasar beras di Asia Tenggara, menempatkan Indonesia sebagai salah satu penentu stabilitas harga pangan kawasan. Pencapaian swasembada ini juga memperkuat posisi diplomasi kemanusiaan Indonesia di tingkat internasional.
“Atas arahan langsung Presiden Republik Indonesia, pemerintah menyalurkan bantuan 10.000 ton beras untuk rakyat Palestina. Bantuan tersebut telah diterima secara resmi oleh Menteri Pertanian Palestina sebagai bentuk dukungan konkret bangsa Indonesia terhadap krisis pangan yang dihadapi warga Gaza dan sekitarnya,” Kata Mentan.
Ia menjelaskan bahwa duta Besar Palestina secara khusus mengapresiasi kepedulian tersebut dan membuka ruang kerja sama jangka panjang untuk pemenuhan kebutuhan pangan rakyat Palestina.
Langkah ini menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional yang kokoh tidak hanya memberikan kedaulatan di dalam negeri, tetapi juga memperkuat peran Indonesia dalam misi perdamaian dan kemanusiaan dunia.
Mentan Amran juga mendorong organisasi Islam justru perlu tampil di barisan terdepan dalam memberikan contoh dan kontribusi nyata kepada masyarakat dan negara.
”Setiap manusia tidak akan berubah nasibnya jika bukan karena dia yang mengubahnya sendiri dan itu adalah ketetapan Allah. Wahdah islamiyah saat ini menjadi sebesar ini karena Wahdah Islamiyah berani mengambil langkah perjuangan,” ungkapnya.
Amran Sulaiman juga menegaskan pentingnya kemandirian pangan nasional sekaligus keberanian memberantas mafia dan koruptor yang menghambat kemajuan sektor pertanian.
Menanggapi pengarahan tersebut, Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah Ustadz Zaitun Rasmin menyatakan kesiapan Wahdah Islamiyah untuk menjadi mitra Kementerian Pertanian dalam berbagai program yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurut Kiyai Zaitun, semangat tersebut sejalan dengan tema Muktamar V Wahdah Islamiyah, ‘Memantapkan Persatuan dan Kolaborasi Menuju Indonesia Berkah’ dan juga tagline ‘Salam Sehat Indonesia: Sehat Hati, Sehat Jasmani, Sehat Ekonomi.’
“Wahdah Islamiyah siap menjadi partner Kementerian Pertanian,” ujarnya.
Menurutnya, kesehatan ekonomi merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat yang kuat. Karena itu, jaringan Wahdah Islamiyah yang tersebar di berbagai daerah diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah dalam program-program pemberdayaan ekonomi, pertanian, dan ketahanan pangan.
*Laporan: Humas Muktamar V WI*




br






br
br






br
br
br