Takalar

Ni Target Ki Tujuh Besar, Bupati Takalar Lepas Kontingen Porsenijar PGRI ke Sidrap

×

Ni Target Ki Tujuh Besar, Bupati Takalar Lepas Kontingen Porsenijar PGRI ke Sidrap

Sebarkan artikel ini

BugisPos, Takalar Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye secara resmi melepas Kontingen Pekan Olahraga, Seni, Inovasi, dan Pembelajaran (Porsenijar) Kabupaten Takalar yang akan berlaga di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, pada 2–6 Juli 2026.

Pelepasan berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Senin (29/6/2026). Dalam kesempatan itu, Daeng Manye menargetkan kontingen Takalar mampu menembus peringkat tujuh besar pada Porsenijar Sulsel 2026 sekaligus membawa nama baik daerah di tingkat provinsi.

Target tersebut mendapat dukungan penuh dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar, Dody Rian Saputra. Ia menegaskan seluruh kontingen memiliki peluang yang sama untuk meraih prestasi selama memiliki tekad, disiplin, dan mental juara.

“Yang namanya pemenang itu harum. Buktikan di pertandingan bahwa peluang kita sama. Yang membedakan adalah tekad kita yang lebih besar daripada lawan untuk menjadi pemenang,” tegas Dody yang disambut tepuk tangan seluruh peserta.

Turut hadir Ketua PGRI Kabupaten Takalar M Darwis, jajaran Pemerintah Kabupaten Takalar, kepala sekolah, guru, pelatih, official, serta sekitar 150 atlet dan peserta yang akan mewakili Kabupaten Takalar pada ajang tersebut.

Mengawali sambutannya, Bupati Takalar menggelorakan yel-yel “Semangat Pagi, Pagi, Pagi, Luar Biasa, Takalar Cepat” yang disambut antusias seluruh peserta.

Menurutnya, semangat Takalar Cepat bukan sekadar slogan, melainkan karakter yang harus dimiliki masyarakat, khususnya di dunia pendidikan.

“Takalar Cepat berarti cepat berpikir, cepat bertindak, dan cepat menghasilkan karya nyata. Kita ingin anak-anak kita memiliki rasa bangga sebagai orang Takalar, menjaga nama baik daerah, dan terus berkarya untuk Takalar maupun Indonesia,” ujarnya.

Bupati menegaskan keberangkatan kontingen ke Sidrap bukan sekadar mengikuti perlombaan, melainkan membawa misi mengharumkan nama Kabupaten Takalar sekaligus menunjukkan kemajuan daerah kepada seluruh peserta dari kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

Ia juga meminta seluruh peserta menjadi duta promosi daerah selama berada di Sidrap dengan memperkenalkan berbagai potensi wisata dan pembangunan yang dimiliki Kabupaten Takalar.

Daeng Manye menyebut Takalar memiliki banyak destinasi wisata yang layak dibanggakan, seperti Pulau Sanrobengi, Paria Lau, Bendungan Pammukkulu, Punaga, Puntondo, Kepulauan Tanakeke hingga Topejawa.

Selain sektor pariwisata, ia juga meminta kontingen menyampaikan berbagai capaian Kabupaten Takalar di bidang pendidikan.

Menurutnya, prestasi pendidikan Takalar menjadi salah satu yang terbaik di Sulawesi Selatan bahkan masuk jajaran terbaik secara nasional.

Daeng Manye juga menceritakan pengalamannya mengajak sejumlah rekan kuliah berkunjung ke Takalar beberapa hari lalu.

4Ia mengaku banyak rekannya terkejut setelah melihat langsung potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Takalar.

“Mereka tidak menyangka Takalar memiliki panorama alam yang begitu indah dan bahkan berencana kembali berlibur bersama keluarganya,” ujarnya.

Menurut Daeng Manye, promosi daerah tidak boleh menunggu seluruh fasilitas selesai dibangun.

Daerah harus lebih dahulu diperkenalkan agar semakin banyak orang datang dan roda ekonomi masyarakat ikut bergerak.

Ia mencontohkan kawasan Paria Lau dan Sanrobengi yang kini mulai ramai dikunjungi wisatawan setelah terus dipromosikan.

Dalam kesempatan tersebut, Daeng Manye juga menekankan bahwa prestasi kontingen Porsenijar akan menjadi bagian dari promosi positif Kabupaten Takalar.

Ia meminta seluruh peserta tampil maksimal karena membawa nama baik daerah.

Daeng Manye mengaku telah berdiskusi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Ketua PGRI mengenai target yang harus dicapai.

Semula, peluang Takalar diperkirakan mampu masuk 10 besar.

Namun ia meminta seluruh peserta berpikir lebih besar.

“Saya menetapkan target minimal peringkat tujuh besar. Kalau bisa enam besar, lima besar, atau lebih baik lagi tentu menjadi kebanggaan Kabupaten Takalar,” tegasnya.

Menurut Daeng Manye, target tersebut bukan untuk membebani kontingen, melainkan membangun mental juara dan semangat bertanding.

Ia juga mengingatkan bahwa sekitar 150 atlet dan peserta yang berangkat merupakan wakil terbaik dari sekitar 1.400 anggota PGRI Kabupaten Takalar.

Karena itu, ia meminta seluruh kontingen tidak datang hanya untuk meramaikan kegiatan.

“Kalian datang membawa misi, membawa nama Takalar dan membawa target prestasi,” ujarnya.