Pendidikan

Saromase, PGRI Sidrap Catat 1.550 Anggota Aktif Membayar Iuran

×

Saromase, PGRI Sidrap Catat 1.550 Anggota Aktif Membayar Iuran

Sebarkan artikel ini

BugisPos, Makassar – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus memperkuat solidaritas organisasi, meningkatkan kesejahteraan anggota, dan mendorong kompetensi guru. Berbagai program dijalankan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan sejumlah instansi terkait.

Hal tersebut disampaikan Ketua PGRI Kabupaten Sidrap,

Advertisement

Nurkanaah, SH, M.Si dalam laporan pertanggungjawaban pengurus pada Konferensi Kerja II PGRI Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Dalton Makassar, Jumat, 23 Oktober 2026.

Dalam laporannya, Kanaya menyampaikan bahwa PGRI Sidrap saat ini memiliki sekitar 1.850 anggota. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.550 anggota tercatat aktif membayar iuran organisasi.

Meski masih menghadapi tantangan dalam memaksimalkan keanggotaan, pengurus PGRI Sidrap terus berupaya meningkatkan partisipasi anggota dalam berbagai kegiatan, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

 

“Keanggotaan kami sekitar 1.850 orang, dengan 1.550 anggota aktif membayar iuran. Kami tetap berupaya agar seluruh anggota bisa lebih aktif mengikuti kegiatan organisasi,” ujarnya.

Perkuat Solidaritas Lewat PGRI Peduli

Salah satu program yang menjadi perhatian PGRI Sidrap adalah penguatan solidaritas melalui gerakan PGRI Peduli. Program ini menjadi bentuk kepedulian terhadap anggota yang mengalami musibah, sekaligus membantu anak-anak yang membutuhkan dukungan.

Kanaya menjelaskan, dana solidaritas dihimpun melalui partisipasi anggota dan dukungan dari kalangan peserta didik. Dana tersebut kemudian disalurkan kepada guru yang terdampak musibah, termasuk kebakaran, dengan nilai bantuan yang bervariasi, sekitar Rp100 juta hingga Rp160 juta sesuai kasus yang dimaksud dalam laporan.

 

Selain membantu anggota, dana PGRI Peduli juga dimanfaatkan untuk mendukung anak-anak yang membutuhkan bantuan khusus, termasuk bantuan kaki palsu.

Menurut dia, gerakan tersebut tidak sekadar menjadi program sosial, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian dan kemanusiaan di lingkungan pendidikan.

 

“Melalui PGRI Peduli, kami ingin meringankan beban teman-teman yang terkena musibah. Kami juga berupaya membantu anak-anak yang membutuhkan. Ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap sesama,” jelasnya.

 

Sekretariat dan Kemitraan Terus Diperkuat

 

Dari sisi kelembagaan, sekretariat PGRI Kabupaten Sidrap telah difungsikan dengan baik. Kantor organisasi yang terdiri atas dua lantai tersebut telah dilengkapi fasilitas dasar, termasuk listrik dan air, untuk mendukung pelayanan administrasi serta aktivitas pengurus.

 

PGRI Sidrap juga membangun kerja sama hampir semua instansi yang ada di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Panti Asuhan, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) serta lainnya.

 

Kemitraan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan program organisasi, baik dalam bidang pendidikan, sosial, maupun pemberdayaan masyarakat.

 

Kanaya menegaskan, agenda prioritas pengurus ke depan tetap berfokus pada peningkatan kesejahteraan anggota dan pengembangan kompetensi guru.

 

Siapkan Pelatihan Koding dan Kemah Anak PGRI

 

Sejumlah kegiatan telah disiapkan untuk memperkuat kapasitas guru dan peserta didik. Pada 30–31 Oktober 2026, PGRI Sidrap dijadwalkan menggelar Kemah Anak PGRI.

Selain itu, sebanyak 448 guru akan mengikuti pelatihan mahir koding sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pendidik menghadapi perkembangan teknologi digital.

 

PGRI Sidrap juga menjalin kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk mendukung program kebersihan dan lingkungan, termasuk upaya mendukung Adipura bagi Kabupaten Sidrap.

 

Di bidang ketahanan pangan, organisasi ini turut berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura melalui kegiatan penanaman cabai.

 

Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa kegiatan PGRI tidak hanya berorientasi pada kepentingan internal organisasi, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

 

Porsenijar Jadi Pengalaman Berharga

 

Dalam kesempatan itu, Kanaya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) yang telah hadir di Kabupaten Sidrap.

 

Ia menyebut jumlah peserta yang datang mencapai sekitar 70 ribu orang, melampaui perkiraan awal sebanyak 50 ribu orang.

 

Atas nama pengurus PGRI Sidrap, Kanaya menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan, terutama dalam hal pelayanan kepada peserta.

br
brbr
brbrbr