BugisPos, Jakarta –, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) turut mendukung tata kelola kearsipan di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Arsip Aktif, Senin (20/4/2026).
Deputi Bidang Tata Kelola Kearsipan Nasional, Andi Abubakar menekankan bahwa anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialokasikan cukup besar, harus benar-benar dikawal dengan tata kelola kearsipan.
“Angka yang fantastis ini harus benar-benar dikawal dengan tata kelola kearsipan yang tertib agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” ujarnya.
Menurut Andi, kegiatan ini merupakan mandat undang-undang serta bagian dari rencana pembangunan jangka menengah terkait penyelenggaraan kearsipan.
“Kita tidak hanya berbicara tentang bagaimana program itu berjalan, tetapi juga menyadari bahwa setiap program yang menggunakan anggaran negara pasti akan menciptakan arsip,” tambahnya.
Dalam paparannya, disebutkan bahwa program makan siang gratis sebenarnya bukan hal baru.
Sejak tahun 1901, Komite Gizi Batavia telah membentuk program De Pret Bonden, dan pada era Presiden Soeharto dikenal dengan program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS).
Kini, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melanjutkan tradisi tersebut melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Arsip bukan hanya bukti pertanggungjawaban kinerja, tetapi juga bahan evaluasi kebijakan, pembelajaran sosial, dan dasar penyempurnaan program di masa depan,” tegasnya.
Andi juga mengingatkan pengalaman pahit Indonesia yang kalah dalam sengketa wilayah karena lemahnya ketersediaan arsip, sehingga arsip memiliki dimensi politik dan menentukan kedaulatan negara.
Sementara itu, Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional, Sumirat Kriswasana yang mewakili Sekretaris Utama BGN, Sarwono menegaskan bahwa pengelolaan arsip aktif dan tata naskah dinas di lingkungan BGN telah diatur dalam Peraturan Badan BGN Nomor 4 Tahun 2024 yang kemudian diubah dengan Peraturan BGN Nomor 6 Tahun 2025.
Peraturan tersebut menjadi pedoman dalam penyusunan, pengelolaan, serta pengendalian naskah dinas, termasuk keterkaitannya dengan pengelolaan arsip.
Sebagai informasi, bimtek ini diharapkan menjadi pemantik agar program, anggaran, dan arsip yang diciptakan dapat berjalan secara tertib dan terkelola dengan baik, demi masa depan gizi dan ketahanan pangan bangsa Indonesia.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung suksesnya program MBG, sekaligus mewujudkan tata kelola arsip yang transparan dan akuntabel.












