TNI Polri

Peringati HUT ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin, Kodim 1406/Wajo Gelar Aksi Nyata Jaga Kebersihan dan Kelestarian Pantai

×

Peringati HUT ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin, Kodim 1406/Wajo Gelar Aksi Nyata Jaga Kebersihan dan Kelestarian Pantai

Sebarkan artikel ini

BugisPos, Wajo – Peringatan HUT ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin di Kabupaten Wajo tak hanya diwarnai seremoni dan agenda formal. Di pesisir Pantai Pelabuhan Siwa, Kecamatan Pitumpanua, Selasa (26/5/2026), semangat perayaan justru hadir lewat aksi sederhana namun bermakna: gotong royong membersihkan kawasan pantai.

Kegiatan karya bakti yang dipimpin Dandim 1406/Wajo, Harianto, itu memperlihatkan satu hal yang mulai jarang terlihat di tengah masyarakat modern, yakni kerja bersama lintas elemen tanpa sekat. Personel TNI-Polri, pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, organisasi kepemudaan hingga para pelajar turun langsung memungut sampah dan membersihkan area pesisir Pelabuhan Siwa.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan semata tugas pemerintah atau komunitas tertentu. Di tengah persoalan sampah pesisir yang kerap menjadi isu tahunan di banyak daerah, langkah kecil seperti karya bakti justru punya dampak sosial yang besar.

Kehadiran berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa budaya gotong royong masih hidup di tengah masyarakat Wajo. Mulai dari Kasdim 1406/Wajo Askar, Kapolsek Pitumpanua Andi Suhidin, Camat Pitumpanua Ariyanti Marzuki, hingga para guru dan siswa-siswi se-Kecamatan Pitumpanua tampak larut dalam suasana kebersamaan.

Di satu sisi, kegiatan itu memang menjadi bagian dari rangkaian HUT Kodam XIV/Hasanuddin. Namun di sisi lain, ada pesan yang lebih penting: kedekatan aparat dengan masyarakat tidak selalu dibangun lewat pidato, tetapi lewat kerja nyata di lapangan.

Dandim 1406/Wajo dalam sambutannya menegaskan bahwa karya bakti merupakan bagian dari pengabdian TNI kepada masyarakat sekaligus bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan kelestarian pesisir. Pernyataan itu terasa relevan di tengah meningkatnya kesadaran publik terhadap isu lingkungan.

Pantai dan pelabuhan bukan hanya ruang ekonomi, tetapi juga wajah sebuah daerah. Ketika kawasan pesisir bersih dan terawat, maka yang terbangun bukan sekadar keindahan, melainkan juga rasa memiliki dari masyarakat terhadap lingkungannya sendiri.

Menariknya, keterlibatan para pelajar dalam kegiatan ini menjadi poin penting yang tak boleh dipandang sebelah mata. Edukasi lingkungan sering kali berhenti di ruang kelas. Padahal, pengalaman turun langsung membersihkan pantai justru memberi pelajaran yang lebih membekas tentang arti menjaga alam.

Kegiatan seperti ini mungkin terlihat sederhana. Tidak menghasilkan proyek besar atau bangunan megah. Namun dari aksi gotong royong di pesisir Siwa, publik bisa melihat bahwa semangat kebersamaan masih menjadi modal sosial penting di tengah perubahan zaman.

Jika budaya seperti ini terus dirawat, maka peringatan HUT institusi tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.