Advertorial

Dari Mimbar Iduladha, Andi Rosman Serukan Semangat Pengorbanan untuk Kemajuan Wajo

×

Dari Mimbar Iduladha, Andi Rosman Serukan Semangat Pengorbanan untuk Kemajuan Wajo

Sebarkan artikel ini

BugisPos, Wajo _ Hari Raya Iduladha bukan sekadar perayaan tahunan umat Islam yang ditandai dengan gema takbir dan penyembelihan hewan kurban. Lebih dari itu, Iduladha adalah momentum spiritual yang mengajarkan makna pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Pesan inilah yang kembali disampaikan Bupati Wajo, Andi Rosman, saat melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah bersama Wakil Bupati dr Baso Rahmanuddin di Masjid Agung Ummul Quraa, Rabu (27/5/2026).

Di tengah suasana khidmat Iduladha, kehadiran unsur Forkopimda, Ketua DPRD Wajo Firmansyah Perkesi, Sekretaris Daerah Armayani, hingga Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan memperlihatkan bahwa Iduladha juga menjadi ruang mempererat persatuan dan kebersamaan lintas elemen pemerintahan serta masyarakat.

Dalam sambutannya, Andi Rosman mengingatkan bahwa kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail bukan hanya sejarah keagamaan, melainkan teladan tentang kepatuhan dan pengorbanan tanpa syarat. Nilai itu, menurutnya, sangat relevan dengan kehidupan saat ini, terutama dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat.

Ajakan untuk “mengorbankan egoisme, kepentingan pribadi, dan kemalasan” menjadi pesan penting yang patut direnungkan bersama. Sebab tantangan pembangunan daerah hari ini tidak cukup dijawab hanya dengan program dan anggaran, tetapi juga membutuhkan keikhlasan, kepedulian, serta semangat gotong royong dari seluruh elemen masyarakat.

Iduladha juga mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati hadir ketika seseorang mampu berbagi dengan sesama. Karena itu, kurban tidak hanya dimaknai sebagai ritual penyembelihan hewan, melainkan simbol solidaritas sosial dan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan.

Semangat tersebut terlihat dari komitmen Pemerintah Kabupaten Wajo yang kembali melaksanakan penyembelihan 32 ekor sapi kurban sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian sosial. Bahkan, tahun ini masyarakat Wajo juga mendapat perhatian khusus dari Prabowo Subianto melalui bantuan sapi kurban berbobot sekitar 868 kilogram.

Di sisi lain, Iduladha tahun ini juga terasa istimewa karena bertepatan dengan pelaksanaan ibadah haji. Kabupaten Wajo sendiri memperoleh kuota calon jemaah haji terbesar kedua di Sulawesi Selatan, yakni sebanyak 1.940 orang, dengan 1.935 jemaah berhasil diberangkatkan ke Tanah Suci.

Capaian tersebut menunjukkan besarnya antusiasme dan semangat religius masyarakat Wajo. Namun di balik itu, ada pula rasa haru atas lima calon jemaah yang gagal berangkat, termasuk satu orang yang wafat sebelum keberangkatan. Karena itu, ajakan Bupati untuk mendoakan seluruh jemaah haji agar diberikan kesehatan dan kembali sebagai haji mabrur menjadi refleksi penting tentang nilai empati dan persaudaraan.

Pada akhirnya, Iduladha mengingatkan bahwa pengorbanan adalah fondasi utama dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, bahkan kepentingan pribadi demi kemajuan bersama.

Jika spirit Iduladha benar-benar dihayati, maka masyarakat Wajo tidak hanya menjadi masyarakat yang religius, tetapi juga masyarakat yang peduli, solid, dan siap bergerak bersama membangun daerah menuju masa depan yang lebih sejahtera.