Advertorial

DLH Wajo Libatkan Developer Perumahan Dukung Transformasi TPA 2 Cempalagi ke Sanitary Landfill

×

DLH Wajo Libatkan Developer Perumahan Dukung Transformasi TPA 2 Cempalagi ke Sanitary Landfill

Sebarkan artikel ini

WAJO, BUGISPOS.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo mulai mempersiapkan transformasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) 2 Cempalagi dari sistem open dumping menuju sanitary landfill. Perubahan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Kepala DLH Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal B, mengatakan bahwa ke depan TPA 2 Cempalagi hanya akan menerima sampah residu, yakni sampah yang sudah tidak dapat dimanfaatkan atau didaur ulang. Sementara itu, sampah organik seperti sisa makanan dan sampah dapur harus dikelola sejak dari sumbernya melalui pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. Senin (20/7/2026)

Untuk mendukung kebijakan tersebut, DLH Wajo mengundang para perwakilan developer perumahan dalam sebuah forum diskusi guna membahas pengelolaan sampah organik di kawasan permukiman.

Dalam pertemuan itu, dibahas rencana agar setiap rumah di kawasan perumahan tidak hanya dilengkapi dengan tempat sampah, tetapi juga memiliki lubang biopori sebagai sarana mengolah sampah dapur dan sisa makanan menjadi kompos. Melalui metode tersebut, sampah organik dapat dimanfaatkan langsung di lingkungan rumah tangga sehingga tidak perlu diangkut ke TPA.

Menurut Andi Fakhrul Rijal, keberhasilan penerapan sistem sanitary landfill sangat bergantung pada konsistensi pemilahan sampah sejak dari sumber. Karena itu, keterlibatan masyarakat dan pelaku pembangunan perumahan menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Para developer perumahan menyambut positif gagasan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Wajo melalui DLH. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong terwujudnya kawasan permukiman yang lebih bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan, sekaligus mendukung keberhasilan transformasi TPA 2 Cempalagi menuju sistem sanitary landfill. (rs)