WAJO, BUGISPOS.com — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wajo, Hj. Fatmawati A. Rosman, SE., MM., bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Wajo, Drs. H. Alamsyah, M.Si., mengunjungi SDN 12 Atakkae, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Jumat (21/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kampanye “Ayo Sekolah 12 Tahun”, yang digencarkan Pemerintah Kabupaten Wajo untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan secara berkelanjutan hingga jenjang pendidikan menengah.
Dalam kunjungan itu, Hj. Fatmawati A. Rosman dan Drs. H. Alamsyah didampingi jajaran Tim Penggerak PKK serta Disdikbud Kabupaten Wajo.
Rombongan berdialog dengan para guru dan siswa. Mereka juga menyampaikan pesan mengenai pentingnya dukungan bersama dari pemerintah, sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan pendidikan anak.
Pendidikan 12 Tahun Jadi Komitmen Pemkab Wajo
Kepala Disdikbud Kabupaten Wajo, Drs. H. Alamsyah, M.Si., mengatakan, program pendidikan 12 tahun merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Wajo.
Menurut Alamsyah, pendidikan memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi muda agar mampu menghadapi perkembangan zaman.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong agar seluruh anak usia sekolah memperoleh akses pendidikan dan tidak berhenti di tengah jalan.
“Pendidikan adalah pondasi utama membangun masa depan. Melalui kampanye Ayo Sekolah 12 Tahun ini, kami ingin memastikan tidak ada lagi anak usia sekolah yang putus di tengah jalan,” ujar Alamsyah.
Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Sekolah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan keluarga dan lingkungan sekitar.
Peran Orang Tua Dinilai Penting
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Wajo, Hj. Fatmawati A. Rosman, menekankan pentingnya peran orang tua dalam memastikan anak-anak tetap bersekolah.
Menurutnya, perhatian dan pendampingan orang tua menjadi salah satu faktor penting agar anak memiliki motivasi untuk menyelesaikan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.
“Orang tua dan lingkungan memiliki peran yang sangat penting. Anak-anak harus terus didukung agar semangat belajar dan melanjutkan sekolah,” kata Fatmawati.
Ia berharap kampanye Ayo Sekolah 12 Tahun tidak sekadar menjadi gerakan pemerintah, tetapi tumbuh menjadi kesadaran bersama di tengah masyarakat.
Dengan dukungan seluruh elemen, Pemkab Wajo berharap angka anak putus sekolah dapat ditekan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di daerah.
Kunjungan ke SDN 12 Atakkae tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam mewujudkan keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak di Kabupaten Wajo.




br






br
br






br
br
br