Advertorial

Kadis PUPR Wajo Tinjau Langsung Longsor Jalan Tepian Sungai Walennae

×

Kadis PUPR Wajo Tinjau Langsung Longsor Jalan Tepian Sungai Walennae

Sebarkan artikel ini

WAJO, BUGISPOS.com — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Wajo bersama unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa meninjau lokasi tanah longsor yang terjadi di sepanjang jalan tepian Sungai Walennae, tepatnya di Warasalae, Desa Watampanua, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, Selasa (18/8/2026).

Peninjauan yang berlangsung sekitar pukul 09.30 Wita tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi kerusakan jalan sekaligus mengidentifikasi langkah penanganan yang diperlukan.

Advertisement

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Wajo Muh. Ibnu Hasyim, S.STP., MM mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, longsor mengakibatkan kerusakan badan jalan dengan panjang sekitar 25 meter.

“Dari hasil peninjauan awal, kondisi badan jalan cukup parah dan untuk sementara tidak bisa dilalui kendaraan. Kami turun untuk melihat langsung tingkat kerusakan sekaligus melakukan kajian awal terhadap langkah penanganannya,” ujar Muh. Ibnu Hasyim.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena ruas jalan tersebut merupakan akses yang digunakan masyarakat untuk menunjang aktivitas dan mobilitas sehari-hari.

Ia menjelaskan, penanganan tidak hanya berfokus pada badan jalan yang mengalami kerusakan, tetapi juga harus memperhatikan kondisi tanah dan tebing di sekitar bantaran Sungai Walennae.

“Penanganannya harus dilakukan secara terukur. Kita perlu melihat penyebab dan kondisi struktur tanah di lokasi agar penanganan yang dilakukan nantinya tidak bersifat sementara, tetapi dapat memberikan perlindungan terhadap jalan dan masyarakat,” jelasnya.

Muh. Ibnu Hasyim menyebutkan, kondisi tanah di sekitar lokasi diduga dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk penyusutan dan retakan tanah akibat kondisi kekeringan yang cukup panjang. Selain itu, kondisi tersebut juga berkaitan dengan fluktuasi debit air serta luapan Sungai Walennae pada musim hujan sebelumnya.

Karena itu, Dinas PUPR akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan langkah teknis yang paling tepat, termasuk penanganan badan jalan maupun pengamanan area yang berpotensi mengalami longsor susulan.

“Kami akan berkoordinasi dengan BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan pihak terkait lainnya. Yang paling utama saat ini adalah memastikan lokasi aman, kemudian kita lakukan kajian teknis untuk menentukan metode penanganan yang sesuai,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk sementara tidak memaksakan diri melintasi titik jalan yang mengalami kerusakan.

“Untuk masyarakat, kami mengimbau agar tidak melintas di lokasi yang terdampak longsor. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas sambil menunggu langkah penanganan lebih lanjut,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Pammana AKP Ami Suandi, S.H. mengatakan, peninjauan bersama dilakukan sebagai langkah cepat untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mengantisipasi kemungkinan dampak yang lebih luas.

“Kami bersama Dinas PUPR, BPBD, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa turun langsung melihat kondisi jalan yang terdampak longsor. Kerusakannya cukup parah dan untuk sementara jalan tidak dapat dilalui kendaraan,” ujarnya.

Kapolsek juga mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan mengingat masih terdapat potensi pergerakan tanah di sekitar lokasi.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Camat Pammana Andi Yasman Ampa, S.STP., M.AP., Kapolsek Pammana AKP Ami Suandi, S.H., Danramil 1406-06 Pammana Kapten Inf. Ibrahim Bahar, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Wajo Darmawan, perwakilan BPBD Kabupaten Wajo Lukman, S.E., serta Kepala Desa Watampanua H. Made Ali.

Selain itu, kegiatan melibatkan personel Polsek Pammana, Bhabinkamtibmas, Babinsa Koramil 1406-06 Pammana, staf Dinas PUPR, perangkat Desa Watampanua, dan masyarakat setempat.

Dinas PUPR Wajo memastikan kondisi lokasi akan terus dipantau dan langkah penanganan akan dikoordinasikan bersama instansi terkait guna menjaga keselamatan masyarakat serta memulihkan akses jalan yang terdampak.

br
brbr
brbrbr