Wajo

Gerakan Ember Biopori di Wajo Dimulai dari Rumah Aparatur, Menyasar Kecamatan hingga Desa

×

Gerakan Ember Biopori di Wajo Dimulai dari Rumah Aparatur, Menyasar Kecamatan hingga Desa

Sebarkan artikel ini

BugisPos, Wajo – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, mendorong gerakan pengelolaan sampah dari sumbernya melalui penerapan ember biopori di lingkungan aparatur pemerintah.

Gerakan tersebut sebelumnya diawali dengan ajakan Kepala DLH Wajo, Andi Fakhrul Rijal B, ST., MM, kepada seluruh staf DLH untuk menggunakan ember biopori guna mengolah sampah makanan dan sampah dapur dari rumah masing-masing.

Advertisement

Kini, gerakan itu diperluas hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa.

Untuk memperkuat pelaksanaannya, Andi Fakhrul Rijal B mengundang Camat Tempe Andi Bau Salman Sulolipu, SE., MM dan Camat Pitumpanua Arriyanti Marzuki, S.Pt., M.M. untuk duduk bersama membangun komitmen penerapan ember biopori.

Penerapan tersebut nantinya diharapkan tidak hanya dilakukan oleh para camat, tetapi juga menyasar seluruh staf kecamatan, lurah beserta jajarannya, hingga kepala desa dan perangkat desa.

Menurut Andi Fakhrul, langkah tersebut penting untuk menjadikan aparatur pemerintah sebagai contoh nyata bagi masyarakat dalam mengelola sampah, terutama sampah organik, sejak dari sumbernya.

Dengan pengolahan sampah makanan dan sampah dapur melalui ember biopori, volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) diharapkan dapat ditekan.

Selain mengurangi timbunan sampah, sampah organik dari rumah tangga juga dapat diolah sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan.

“Sebelum kita mengajak masyarakat untuk mengelola sampah, kita harus terlebih dahulu memberikan contoh. Kita mulai dari rumah kita sendiri. Kalau aparatur pemerintah bergerak, insyaallah masyarakat akan ikut bergerak,” ujar Andi Fakhrul Rijal B. Selasa (8/9/2026).

Ia menegaskan, gerakan tersebut tidak sekadar menjadi program pemerintah, tetapi diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga.

Gerakan itu kemudian diharapkan meluas ke lingkungan tempat kerja, kelurahan, desa, hingga masyarakat secara keseluruhan.

DLH Wajo berharap keterlibatan aparatur pemerintah dapat menjadi pemicu perubahan perilaku masyarakat dalam menangani sampah rumah tangga.

Dengan prinsip mengelola sampah sejak dari sumbernya, masyarakat tidak hanya mengurangi beban tempat pembuangan akhir, tetapi juga ikut menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. (adv)

br
brbr
brbrbr