Headline

Brigjen Parluhutan Marpaung Tekankan Literasi untuk Tangkal Dampak Negatif AI

×

Brigjen Parluhutan Marpaung Tekankan Literasi untuk Tangkal Dampak Negatif AI

Sebarkan artikel ini
Kepala Pusat Bela Negara (Kapus Balneg) Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI, Brigjen TNI Parluhutan Marpaung.(Foto/Sila)

BugisPos, Gowa – Kepala Pusat Bela Negara (Kapus Balneg) Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI, Brigjen TNI Parluhutan Marpaung, menekankan pentingnya penguatan literasi, integritas, disiplin, dan karakter generasi muda dalam menghadapi tantangan era digital, termasuk dampak negatif kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Hal itu disampaikan Parluhutan dalam kegiatan Latihan Kader Bela Negara Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Tingkat I Tahun 2026 di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (23/10/2026) .

Advertisement

Menurut dia, latihan kader bela negara menjadi bagian dari pembentukan kemampuan awal bela negara sekaligus upaya mempersiapkan generasi muda yang unggul secara intelektual, spiritual, emosional, serta jasmani dan rohani.

“Melalui kegiatan latihan kader bela negara ini, para siswa diingatkan untuk menjadi generasi yang unggul. Karakter dan budi pekerti harus dijaga agar tidak kehilangan identitas sebagai bangsa dan negara,” ujar Parluhutan.

Ia mengingatkan, masa sekolah menengah atas merupakan momentum penting bagi pelajar untuk mempersiapkan masa depan. Keseriusan dalam mengembangkan kemampuan dan karakter sejak dini dinilai berpengaruh terhadap kesiapan mereka menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Parluhutan juga menyoroti perkembangan teknologi informasi dan AI yang membawa dampak positif sekaligus negatif. Menurutnya, kemudahan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis dan kesadaran menjaga identitas nasional.

“Pengaruh AI tidak boleh menimbulkan akulturasi budaya yang membuat generasi muda kehilangan jati diri,” katanya.

Ia menegaskan, penguatan bela negara tidak cukup dilakukan melalui slogan, tetapi harus diwujudkan dalam kebiasaan berliterasi, menjaga integritas, menerapkan disiplin, serta menunjukkan kepemimpinan dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Parluhutan menyebut Kabupaten Gowa memiliki sejarah semangat kebangsaan dan kekayaan budaya yang kuat. Ia berharap pelajar di daerah itu mampu menjadi kader bela negara yang cerdas, moderat, adaptif, dan berdaya tahan menghadapi perubahan zaman.

“Dalam kegiatan ini, saudara sekalian tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi sebagai calon penggerak yang akan menyebarluaskan nilai-nilai bela negara,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya tema kegiatan, yakni Generasi Muda Penjaga Kognitif NKRI untuk Indonesia Emas 2045, sebagai dorongan bagi generasi muda untuk memperkuat ketahanan berpikir, menyaring informasi, dan mempertahankan nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya arus informasi.

Parluhutan mengajak pemerintah daerah, institusi pendidikan, tokoh masyarakat, dan keluarga pendidik untuk bersinergi membangun ekosistem pembinaan kesadaran bela negara secara berkelanjutan.

Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar nilai-nilai bela negara tidak berhenti selama pelatihan berlangsung, tetapi menjadi bagian dari karakter dan perilaku generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.(dzl)

br
brbr
brbrbr