Wajo

Ratusan Warga Hadiri Reses Fery Surachmat di Wajo, Usulkan Perbaikan Jalan hingga Pengembangan Wisata Atakkae

×

Ratusan Warga Hadiri Reses Fery Surachmat di Wajo, Usulkan Perbaikan Jalan hingga Pengembangan Wisata Atakkae

Sebarkan artikel ini

WAJO, BUGISPOS.com – Ratusan warga menghadiri kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Wajo, Fery Surachmat, S.E., M.A.P., di Rumah Adat Atakkae, Kelurahan Atakkae, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari perbaikan infrastruktur permukiman, bantuan pembangunan pendidikan anak usia dini (PAUD), hingga pengembangan kawasan wisata Rumah Adat Atakkae.

Advertisement

Reses yang berlangsung dalam suasana akrab itu menjadi ruang dialog bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang memerlukan perhatian pemerintah. Warga yang hadir didominasi kaum perempuan atau emak-emak.

“Selain reses, ini juga menjadi ajang silaturahmi kami sebagai anggota DPRD dengan konstituen,” ujar Fery saat membuka kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Komisi IV DPRD Wajo itu turut menyampaikan perkembangan pelayanan kesehatan, khususnya terkait bantuan alat pemeriksaan computerized tomography scan (CT scan) untuk RSUD Lamaddukelleng Sengkang pada 2026.

Menurut Fery, keberadaan alat tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan medis bagi masyarakat Wajo, terutama dalam menunjang pemeriksaan yang membutuhkan teknologi pencitraan medis.

“Ini merupakan hasil perjuangan bersama yang tentunya membutuhkan dukungan dan peran aktif pemerintah dalam menghadirkan program yang berpihak kepada masyarakat. Kami berharap tahun depan alat tersebut sudah dapat beroperasi, sehingga masyarakat Wajo tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk menjalani pemeriksaan medis,” katanya.

Selain itu, Fery menyampaikan bahwa Komisi IV DPRD Wajo tengah membahas rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Regulasi tersebut diharapkan dapat memperluas perlindungan sosial bagi pekerja rentan, termasuk petani, nelayan, dan pekerja bukan penerima upah lainnya.

“Dengan adanya perda ini, nantinya para petani, nelayan dan pekerja lainnya yang bukan penerima upah bisa mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan gratis,” ungkapnya.

Meski menyampaikan sejumlah perkembangan program, Fery menegaskan bahwa penyampaian aspirasi masyarakat menjadi bagian utama dalam kegiatan reses tersebut.

Sejumlah warga memanfaatkan kesempatan itu untuk mengusulkan perbaikan gorong-gorong dan pembangunan jalan di kawasan Perumnas Atakkae. Mereka berharap perbaikan infrastruktur tersebut dapat meningkatkan kenyamanan lingkungan serta menunjang mobilitas warga.

Warga juga mengusulkan bantuan pembangunan PAUD Merdeka agar kebutuhan pendidikan anak usia dini di wilayah tersebut dapat terpenuhi dengan lebih baik.

Tak hanya infrastruktur dan pendidikan, masyarakat turut menyampaikan aspirasi mengenai pengembangan kawasan Rumah Adat Atakkae.

Kawasan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai pusat kegiatan olahraga dan ruang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pengembangan kawasan itu dinilai perlu diarahkan agar aktivitas masyarakat, kegiatan ekonomi, dan potensi pariwisata dapat berjalan beriringan.

Aspirasi lainnya berkaitan dengan pemutakhiran data kesejahteraan masyarakat, khususnya penurunan desil bagi warga yang dinilai membutuhkan bantuan sosial.

Warga berharap pendataan dilakukan berdasarkan kondisi ekonomi riil agar program bantuan sosial dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria penerima.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Fery mengatakan seluruh aspirasi akan dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan pembangunan yang berlaku.

Dia menjelaskan, realisasi usulan masyarakat membutuhkan tahapan, koordinasi, serta pembahasan bersama pemerintah daerah. Aspirasi tersebut juga dapat diperjuangkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan.

“Kami bukan penentu. Harus melalui reses dan Musrenbang, dan mudah-mudahan bisa kita usulkan tahun depan. Yang terpenting, kita catat dan kita kawal bersama,” kata Fery.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Lurah Atakkae, perwakilan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), serta perwakilan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar).

Fery juga menggandeng Dinas Kesehatan untuk menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang mengikuti kegiatan reses.

Layanan tersebut menjadi salah satu bentuk pelayanan langsung kepada warga di sela-sela penyampaian aspirasi.

Di penghujung kegiatan, Fery kembali mengajak masyarakat untuk menjaga komunikasi dengan wakil rakyat agar berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan publik dapat disampaikan dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

“Segala sesuatu terkait kebutuhan masyarakat, kebutuhan publik, jangan ragu-ragu menelepon saya. Nomor saya terbuka untuk warga Atakkae,” pungkasnya.

Kegiatan reses tersebut diharapkan menjadi sarana untuk menghimpun kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat koordinasi antara warga, DPRD, dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan di Kabupaten Wajo.

(Advertorial/Humas DPRD Wajo)

 

br
brbr
brbrbr