BugisPos, Palopo — Ketua Umum Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) Sulawesi Selatan, Dr. H. Basri, S.Pd., M.Pd., menggelar diskusi santai bersama sejumlah tokoh pendidikan di Kota Palopo dan Kabupaten Luwu, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di sela kunjungan kerja Dr. Basri ke wilayah Luwu Raya ini membahas sejumlah isu strategis terkait pemajuan pendidikan di kedua daerah tersebut.
Walaupun santai, tapi diskusi di Cafe Delicate Society jalan P. Diponegoro nomor 25 Kota Palopo ini mengenai di titik masalah.
Serunya, diskusi ini dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI, Ridwan Syam, S.Sos., M.M., serta sejumlah pejabat dan tokoh pendidikan lainnya.
Deretan Tokoh Pendidikan Hadir
Turut hadir dalam diskusi tersebut Adam Syah, S.Hut. (Kasubag Cabdis), Ahmad Karim, S.E. (Kasie SMK/SLB), Safaruddin, S.T., M.M., serta Usman, S.Pd., M.Pd. yang menjabat Wakil Ketua MKKS SMK.
Kehadiran para tokoh ini menandakan keseriusan dalam menyikapi berbagai tantangan pendidikan yang dihadapi di wilayah Luwu dan Palopo, khususnya terkait tata kelola administrasi dan kearsipan di lingkungan sekolah.
Basri: Arsip Pendidikan Harus Rapi untuk Transparansi
Dr. H. Basri, yang juga dikenal sebagai pemerhati pendidikan dan mantan Ketua KNPI Kota Makassar, menekankan pentingnya tertib arsip dalam pengelolaan dana pendidikan, termasuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Arsip bukan sekadar administrasi, tapi bukti sejarah dan alat kontrol transparansi. Sekolah butuh sistem agar dokumen dapat diklasifikasikan, ditemukan kembali, dan tersedia saat dibutuhkan,” ujar Dr. Basri dalam paparannya.
Menurut Basri, pengelolaan arsip yang baik akan membantu sekolah dalam proses pelaporan dan audit, sehingga mengurangi risiko kesalahan administrasi yang dapat berujung pada masalah hukum.
Fokus pada Pemajuan Pendidikan Luwu-Palopo
Dalam diskusi tersebut, Dr. Basri juga menyinggung pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan tokoh masyarakat dalam memajukan kualitas pendidikan di Luwu dan Palopo.
Ia menilai bahwa kearsipan yang tertib merupakan fondasi penting dalam tata kelola pendidikan yang akuntabel dan berkelanjutan.
“Pendidikan yang maju dimulai dari administrasi yang rapi. Ini bukan hanya soal uang, tapi soal tanggung jawab moral kita terhadap masa depan anak-anak Sulsel,” tambahnya.
Dr. Basri berkomitmen untuk terus mendorong program-program kearsipan yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Sulsel, khususnya di wilayah Luwu Raya.




br






br
br






br
br
br