Ragam Peristiwa

Evakuasi Dramatis KM Nurul Salsa, Pasien Rujukan Meninggal di Tengah Musibah

×

Evakuasi Dramatis KM Nurul Salsa, Pasien Rujukan Meninggal di Tengah Musibah

Sebarkan artikel ini

BugisPos, Selayar – Kabar duka datang dari proses evakuasi KM Nurul Salsa. Satu orang penumpang dilaporkan meninggal dunia setelah kapal tersebut dievakuasi dan ditarik ke Pelabuhan Benteng Jampea, Pasimasunggu, Kamis (17/7/2026).

Informasi awal disampaikan pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Selayar, Edy Purnomo, melalui grup WhatsApp.

Ia menyebutkan KM Nurul Salsa yang sebelumnya berangkat dari Jampea menuju Benteng Selayar pada Rabu (16/7/2026) mengalami mati mesin di perairan antara Pulau Polassi dan Pulau Kayuadi dalam kondisi cuaca buruk.

Kapal sempat terombang-ambing seharian karena mati mesin dan terbawa arus gelombang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, seluruh penumpang berhasil dievakuasi. Namun satu orang dinyatakan meninggal dunia.

Korban merupakan pasien rujukan dari Puskesmas Benteng Jampea yang hendak dirujuk ke RSUD KH. Hayyung untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolsek Pasimasunggu Iptu Haryanto juga merespons informasi tersebut di grup WA.

“Siap pak, kami persiapan menjemput di pelabuhan dermaga Pasimasunggu,” tulisnya.

Berikut daftar 47 penumpang KM Nurul Salsa berdasarkan manifest:

Arfandi (28), Ciya (19), Asmang (49), Rosmaeni (59), Bau Amang (50), Sahrul Amin (53), Farhan (15), Hasriani (18), Salmawati (24), Salia (46), Anhar (26), Nasdiawati (32), Riswan E (5), Madang, Junardi (56), Moh. Madani (50), Dengari (12), Suffan (45), Hj. Banri (69), Hj. Ratang (43), Halmiati (37), Malli (36), Ismail (36), Andra (7), Asra P (5), Maridag (60), Umar (80), Naura (17), Mirda (36), Andi Ratu (40), Filda (18), Maya (12), Nuraeda (50), Ari (45), Acil (18), Dg. Jinar (37), Sahril (40), Nurhayati (40), Jusrianti (24), Assemh (23), Malida (71), Nail (12), Hasbi (41), Isa (20), Imel (19), dan Iva (19).

Informasi awal menyebutkan kapal mendapat pertolongan dari kapal nelayan warga Pulau Polassi. Namun karena gelombang tinggi, kapal nelayan tidak bisa merapat. Sebanyak 6 orang penumpang sempat menyelamatkan diri dan dibawa ke Pulau Polassi.

Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan sebelumnya telah memerintahkan Sat Polairud untuk membantu operasi SAR bersama Basarnas dan TNI AL. Tim bersiaga di Pelabuhan Appatanah menunggu armada besar dari Pasimasunggu karena gelombang tinggi akibat angin musim timur.

Dari laporan Bupati Selayar Natsir Ali, KRI Marlin saat ini telah bergerak menuju Selayar. Titik koordinat kapal telah dikirim ke Komandan KRI. Posisi terakhir KM Nurul Salsa berada di perairan Sane-Sane antara Nambolaki dan Bahuluang.

“Kondisi kapal saat ini masih terapung. Mesin mati, air yang masuk ke ruang mesin sudah teratasi dengan alkon. Kami akan pantau terus perkembangannya,” ujar Bupati Selayar melalui pesan tertulis.

Kapolres Selayar juga sebelumnya menegaskan seluruh unsur terus berkoordinasi.

“Kami terus memonitor perkembangan operasi SAR. Semoga cuaca segera bersahabat sehingga proses evakuasi dapat berjalan lancar dan seluruh penumpang beserta awak KM Nurul Salsa dapat ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya, Rabu (15/7).