BugisPos, Bulukumba.- Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bulukumba Hj.Darmawati,SE diwakili Asnawi melaunching Relawan Gesit Bulukumba, sekaligus membuka secara resmi pelatihan menjahit untuk penyandang disabilitas, Selasa 5 Mei 2026, di Sekretariat Relawan Gesit di BTN Polewali Mas, Desa Polewali Kecamatan Gantarang.
Pada kegiatan ini juga di hadiri staf Bidang Rehabilitasi Sosial Irsyam.S.ST dan Haerul Ashar petugas SLRT. Selain itu juga hadir perwakilan Ketua PPUAD Bulukumba Suherman bersama ketua Relawan Gesit Fadiatul Ramadani.
Kadis Sosial melalui Asnawi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dimaksudkan agar penyandang disabilitas tetap berdaya dengan keterbatasan fisiknya.
” Kami dari Dinas Sosial sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan pelatihan seperti ini. Permohonan maaf dari Ibu Kadis yang sedianya beliau yang akan hadir, namun karena ada kegiatan lain di kantor sehingga mengamanahkan kepada kami mewakili beliau dan beliau nitip salam kepada kita semua,” kata Asnawi.
Sementara itu Ketua PPUAD Bulukumba Suherman menyampaikan terima kasih kepada Kadis Sosial yang telah merespon kegiatan adik adik dari Relawan Gesit Bulukumba dengan mengirim beberapa orang dari Dinas Sosial menghadiri sekaligus melaunching kegiatan ini.
Demikian pula kepada penggerak kegiatan ini, Suherman memberi apresiasi karena mampu melaksanakan kegiatan pelatihan jahit menjahit ini, dengan harapan kelak adik adik peserta pelatihan bisa menghasilkan karya yang bagus.
Dan pelatihan menjahit tersebut berlangsung selama 3 bulan, dan peserta pelatihan selain mendapatkan ilmu jahit menjahit, juga siapkan dana transport serta konsumsi selama pelatihan berlangsung dengan jadwal pelatihan menjahit selama 15 kali pertemuan.
Sekedar diketahui bahwa Lauching Local Base Disabilitas Berdaya Relawan Gesit Chapter Bulukumba ini erkolaborasi dengan Pusat Pemilihan Umum Akses Disabilitas (PPAUD) Bulukumba dan Yayasan Ruang Bertumbuh Indonesia dan
Fadiatul Ramadani selaku Ketua Relawan Gesit Chapter Bulukumba, Ananda Fatharani Koordinator Fundraising Salam Setara serta Fadliansyah Yunus dari Yayasan Ruang Bertumbuh Indonesia.-(*)
Editor Suaedy












