Advertorial

Masyarakat Tanatempare’e Keluhkan Listrik Sering Down, Amran Desak PLN: “Jangan Biarkan Warga Terus Jadi Korban”

×

Masyarakat Tanatempare’e Keluhkan Listrik Sering Down, Amran Desak PLN: “Jangan Biarkan Warga Terus Jadi Korban”

Sebarkan artikel ini

WAJO, BUGISPOS.com – Keluhan masyarakat terkait buruknya pelayanan listrik di Dusun Tanatempare’e, Desa Palippu, Kecamatan Tanasitolo, kembali mencuat dalam Reses Masa Sidang III Tahun 2026 yang digelar Anggota DPRD Kabupaten Wajo dari Dapil II, Amran, S.Sos., M.Si., Rabu (15/7/2026).

Di hadapan Camat Tanasitolo, perwakilan Dinas PUPR, pemerintah desa, dan masyarakat dari Desa Palippu, Mario, Wajoriaja, serta Pakkana, persoalan listrik menjadi aspirasi yang paling dominan. Warga mengaku sudah bertahun-tahun menghadapi tegangan listrik yang rendah sehingga aktivitas sehari-hari terganggu.

Akibat kondisi tersebut, berbagai peralatan elektronik warga seperti televisi, kulkas, mesin air, hingga perangkat rumah tangga lainnya dilaporkan sering mengalami kerusakan. Bahkan, pelayanan air bersih melalui sistem PAMSIMAS ikut terganggu karena pompa air tidak dapat beroperasi secara normal saat tegangan listrik melemah.

Salah seorang warga, Kikong, menyampaikan kekecewaannya terhadap pelayanan listrik yang dinilai tidak kunjung membaik.

“Kami tetap membayar tagihan listrik setiap bulan, tetapi pelayanan yang kami terima jauh dari harapan. Sudah terlalu lama masyarakat menanggung kerugian akibat listrik yang sering down,” ujarnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Amran menegaskan persoalan listrik di Tanatempare’e tidak boleh terus dibiarkan tanpa kepastian penyelesaian.

“Ini bukan persoalan baru. Saya sudah beberapa kali meminta PLN turun meninjau lokasi bahkan mendatangi langsung kantor PLN ULP Sengkang. Namun hingga hari ini masyarakat belum juga mendapatkan solusi nyata. Kondisi seperti ini tidak boleh terus dibiarkan,” tegasnya.

Politisi Fraksi PPP-Gelora itu menilai listrik merupakan pelayanan dasar yang menjadi hak masyarakat. Karena itu, ia memastikan akan menggunakan kewenangan DPRD untuk meminta penjelasan resmi dari PLN.

“Saya akan membawa persoalan ini ke DPRD melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU). Kita akan memanggil PLN, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan menghadirkan perwakilan masyarakat agar ada penjelasan terbuka mengenai penyebab persoalan ini sekaligus kepastian langkah penyelesaiannya,” ujar Amran.

Menurut informasi yang diterima masyarakat, rendahnya tegangan listrik diduga disebabkan jaringan menuju Dusun Tanatempare’e masih bergantung pada jaringan lama dengan jarak sekitar tiga kilometer dari trafo di sekitar Kantor Desa Palippu. Kondisi tersebut diduga menyebabkan tegangan listrik yang diterima warga tidak stabil.

Selain persoalan listrik, warga juga mendesak pemerintah daerah agar segera melakukan pengaspalan ruas jalan Tancung–Palippu yang selama ini menjadi akses utama masyarakat namun belum pernah mendapatkan penanganan. Aspirasi peningkatan pelayanan air bersih juga menjadi perhatian karena kebutuhan masyarakat terus meningkat.

Amran menegaskan seluruh aspirasi yang diterimanya akan diperjuangkan melalui fungsi pengawasan dan penganggaran DPRD.

“Masyarakat sudah menjalankan kewajibannya sebagai pelanggan listrik. Sudah seharusnya mereka memperoleh pelayanan yang layak. Saya akan terus mengawal persoalan ini sampai ada tindakan nyata, bukan sekadar janji,” pungkasnya.