Sulsel

Soojae Lee Apresiasi Keterlibatan Masyarakat dalam Pengelolaan Geopark Maros-Pangkep

×

Soojae Lee Apresiasi Keterlibatan Masyarakat dalam Pengelolaan Geopark Maros-Pangkep

Sebarkan artikel ini
Asesor UNESCO Global Geopark untuk revalidasi Geopark Maros-Pangkep, Soojae Lee dari Korea Selatan.(Foto/BP)

BugisPos,Makassar – Asesor UNESCO Global Geopark untuk revalidasi Geopark Maros-Pangkep, Soojae Lee dari Korea Selatan, mengaku terkesan dengan kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, budaya, hingga keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan Geopark Maros-Pangkep. Bahkan, ia menyebut kawasan tersebut sebagai salah satu tempat terbaik di dunia.

“Wow, ini adalah pengalaman yang sangat luar biasa bagi saya. Anda memiliki warisan geologi yang sangat luar biasa. Anda juga memiliki keanekaragaman hayati yang sangat luar biasa. Jadi, Anda hidup di salah satu tempat terbaik di dunia,” kata Soojae Lee usai rangkaian penilaian revalidasi UNESCO Global Geopark.

Menurutnya, kekuatan Geopark Maros-Pangkep tidak hanya terletak pada bentang alam karst yang mendunia, tetapi juga pada kekayaan budaya serta kesadaran masyarakat dalam menjaga warisan tersebut.

“Baik warisan geologi, keanekaragaman hayati, maupun warisan budayanya merupakan sesuatu yang sangat istimewa. Masyarakat yang tinggal di sini juga menyadari pentingnya keberadaan warisan-warisan tersebut. Karena itu saya bisa mengatakan bahwa kalian adalah orang-orang yang hidup di salah satu tempat terbaik di dunia,” ujarnya, Jumat (31/7).

Selama melakukan penilaian di sejumlah geosite, Soojae Lee mengaku banyak berdialog langsung dengan masyarakat. Ia menilai keterlibatan warga menjadi salah satu kekuatan utama Geopark Maros-Pangkep.

“Saya juga sempat berbincang dengan masyarakat di beberapa lokasi yang kami kunjungi. Saya sangat terkesan dengan keterlibatan masyarakat lokal yang begitu kuat. Saat ini hubungan dan kolaborasi dengan masyarakat lokal sudah berjalan dengan sangat baik,” tuturnya.

Menurut dia, masyarakat diberi ruang untuk menyampaikan pengalaman dan kisah mereka kepada tim evaluator, sehingga memperlihatkan hubungan yang erat antara geopark dengan kehidupan sehari-hari warga.

“Di setiap lokasi geopark yang kami kunjungi, kami selalu dapat berdiskusi dan bertukar pikiran dengan masyarakat. Tidak ada batasan bagi mereka untuk menyampaikan cerita-cerita mereka,” katanya.

Meski demikian, Soojae Lee menilai sebagian masyarakat masih belum sepenuhnya menyadari bahwa kawasan tempat mereka tinggal merupakan salah satu kawasan yang memiliki nilai penting di tingkat dunia.

“Mereka datang kepada saya dan menceritakan kehidupan mereka. Namun mereka terkadang belum menyadari bahwa tempat mereka tinggal merupakan salah satu kawasan terbaik di dunia. Semua orang yang saya temui selalu tersenyum dengan bahagia. Saya berharap kalian akan terus menikmati kehidupan ini dan hidup dengan sejahtera,” ucapnya.

Selain masyarakat, ia juga memberikan apresiasi terhadap Badan Pengelola Geopark Maros-Pangkep yang dinilai berhasil membangun kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan kawasan.

“Salah satu hal yang menarik dari badan pengelola Geopark Maros-Pangkep adalah mereka memiliki kemampuan khusus dalam membangun kerja sama dengan berbagai tingkatan pemangku kepentingan. Di sini saya bisa melihat keterlibatan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga sektor swasta,” ungkapnya.

Ia menilai kemampuan membangun komunikasi dan kolaborasi tersebut menjadi nilai tambah yang tidak mudah ditemukan di banyak geopark lain di dunia.

“Hal seperti ini sebenarnya tidak mudah dilakukan. Di banyak tempat mungkin memiliki warisan alam yang sangat baik, tetapi tidak memiliki hubungan yang kuat dengan para pemangku kepentingan. Namun di setiap lokasi yang kami kunjungi di Maros-Pangkep, kami melihat adanya kolaborasi yang sangat baik di antara berbagai pihak,” katanya.

Saat ditanya mengenai peluang Geopark Maros-Pangkep mempertahankan status UNESCO Global Geopark, Soojae Lee menegaskan bahwa evaluator tidak memiliki kewenangan untuk menentukan hasil akhir.

“Itu adalah pertanyaan yang cukup sulit. Sebagai evaluator, kami tidak dapat memberikan jawaban mengenai apakah sebuah geopark akan mempertahankan statusnya atau tidak. Kami hanya akan menyampaikan hasil evaluasi dan rekomendasi kami kepada UNESCO,” jelasnya.

Meski demikian, ia menilai Geopark Maros-Pangkep telah menunjukkan kualitas pengelolaan yang baik dan berharap seluruh upaya pelestarian dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Namun saya melihat bahwa Geopark Maros-Pangkep merupakan geopark yang sangat baik. Jika seluruh upaya ini terus dilakukan secara berkelanjutan, maka tidak perlu terlalu mengkhawatirkan status tersebut. Yang terpenting adalah terus menjaga dan mengelola geopark ini dengan baik. Keputusan mengenai status UNESCO Global Geopark bukan berada di tangan kami, melainkan akan ditetapkan oleh dewan atau badan penilai UNESCO yang berwenang,” pungkasnya.